"Baby nya lapar, dad"
"Oh ya? Tapi sepertinya baby mengantuk bukan lapar" Noel menimpali bocah kecil itu yang sekarang sedang bermain menjadi Ibu dari boneka bayi yang baru dibelinya.
"Baby mau bobo?" Tanya Lili dengan segala kesoktahuannya.
"Yes, i want to sleep" Noel membalas Lili dengan nada bayi. Ia pun sudah sangat mengantuk menemani bocah ini bermain.
"Dan Mommy Lili juga harus tidur sekarang" Lanjutnya sambil mengangkat Lilliane ke dalam gendongannya.
Noel mengecup pipi bocah itu berkali-kali sambil membawa Lili ke kamar.
Tiba di kamar, Lili segera membekap mulut Noel "Ssstt" Bisiknya dengan mata melebar menatap ke arah Lyora yang sedang tidur.
Noel tersenyum melihat tingkah bocah itu. Ia sangat menyadari kalau Lili sangat menyayangi Lyora walaupun bocah kecil itu sering menangis ataupun berkata tidak menyukai Lyora karena selalu mengganggunya.
"Mommy's tired" Bisik Lili
Noel mengangguk sambil tersenyum. Memang Lyora kelelahan setelah menyelesaikan pesanan souvenir sekaligus mengantarkannya tadi sore. Apalagi setelah itu, Ia masih harus memasak makan malam untuknya dan Lili.
Sisi kekanakan Lyora selama ini memang perlahan menghilang. Tekad untuk bisa membesarkan Lili dengan baik menjadikan Lyora dewasa. Pada awal mereka tiba disini, Lyora memang bingung untuk bekerja sebagai apa karena memiliki Lili dan harus mengurusnya seorang diri.
Hingga Lyora mengikuti kursus pembuatan souvenir secara online untuk mengisi kejenuhannya dirumah. Dan Noel membantu untuk menawarkan pada teman-temannya serta membuatkan website dan sosial media untuk memasarkan usahanya.
Dan saat ini, usaha itu lumayan berkembang. Setiap minggu nya setidaknya ada satu pesanan yang masuk.
Lili mengecup pipi Noel ketika pria itu sudah menidurkannya dikasur. Bocah itu memejamkan matanya dan merangsek masuk ke pelukan Lyora.
Sementara Noel keluar meninggalkan kedua perempuan itu, kembali ke kamarnya.
....
"Good morning, daddy" Lyora menggoda Noel yang baru keluar dari kamarnya.
Noel mendengus dan langsung menghampiri Lili dan mengecup pipi bocah itu yang sedang menyantap omelette nya.
"Princess Lili sudah wangi" Puji Noel melihat Lili sudah rapih dengan rambut yang dikuncir dua dengan pita warna-warni.
Lili tersenyum senang "Kenapa daddy baru bangun?"
"Daddy tidak bekerja hari ini sayang"
"Kalau begitu Lili juga tidak mau sekolah"Balas bocah itu merengut membuat mamanya yang sedang membuatkan Noel kopi menengok. Dan langsung mengarahkan tatapan tajamnya.
"Hey, Lili harus tetap sekolah" Bujuk Noel
"Kan daddy libur. Kenapa Lili tidak libur?"
"Daddy kan bekerja. Dan hari ini daddy sudah tidak ada pekerjaan. Seperti mommy yang kemarin bekerja, sekarang libur karena belum ada yang memesan" Jelas Noel.
Liliane tampak memperhatikan penjelasan Noel dengan seksama. Seperti orang dewasa yang mengerti, Ia menganggukan kepalanya "Oh seperti itu. Baiklah Lili akan sekolah"
Lyora meletakan kopi milik Noel dimeja. Ia mencium gemas pipi putrinya.
"Tentu Lili harus sekolah. Kalau kamu tidak sekolah, Mommy tidak mau menguncir rambutmu lagi. Dan akan membuang semua pita-pita lucu itu. Supaya Jeff tidak suka lagi sama Lili"
KAMU SEDANG MEMBACA
Blame The Cupid [Completed]
Literatura FemininaKeterkejutan nampak diwajah Lyora. Seolah darah tersedot dari tubuhnya. Wajahnya pucat pasi menyadari siapa pria yang saat ini tertidur disampingnya. Bagaimana tidak? Ia berencana menjebak Edmund Leonard tapi mengapa yang ada di kasur bersamanya it...
![Blame The Cupid [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/233876871-64-k683373.jpg)