Kamar bernuansa pink dengan ornamen berwarna senada tampak berantakan pagi ini. Sang pemilik baru membuka matanya dan mengerjap sebentar.
Lyora meraba kasur, meraih handphone. Saat Ia menyalakannya terdengar bunyi notifikasi beruntun. Satu pesan membuatnya terkejut hingga segera mendudukan dirinya.
"Sial"
"Bagaimana ini? Aku sama sekali belum membuatnya" Lyora berteriak sambil menarik rambutnya.
Grup bimbingan tugas akhir miliknya mengabarkan kalau dosen pembimbing mereka akan menunggu hingga pukul 11 dikampus untuk memeriksa hasil revisi.
Melihat waktu yang tinggal 10 menit lagi membuat Lyora mengumpat sekali lagi.
Segera Ia berdiri untuk mandi dan bersiap pergi ke kampus.
....
Setelah menggunakan make up, Lyora keluar dari kamar. Menatap kondisi ruang tamu nya yang tidak jauh berbeda dengan kamar.
Berantakan. Satu kata yang mendeskripsikan kondisi itu. Seperti teringat sesuatu, Lyora berjalan menuju kulkas dan mengeluarkan kue ulangtahun Edmund.
Ia berniat untuk mampir sebentar ke unit Edmund. Siapa tau keberuntungan sedang berpihak padanya. Lagipula Ia juga sudah terlambat untuk bimbingan. Unit milik Edmund hanya berjarak 10 langkah dari unit nya.
Lyora tidak hanya tinggal di apartemen yang sama dengan Edmund. Terlebih lagi Ia tinggal dilantai yang sama, hanya berjarak 2 unit saja.
Hal inilah yang membuat Noel juga mengumpati dirinya dengan sebutan "Penguntit psycho" begitu tau Lyora mengikuti Edmund sampai seperti itu.
Umpatan Noel hanya ditanggapi pukulan keras dari Lyora yang tidak terima dengan kata-kata itu. Ia tidak terima karena menurutnya Ia tidak pernah melakukan hal-hal diluar batas terhadap Edmund.
Setidaknya belum.
....
Lyora hanya bergeming sambil menelungkupkan kepalanya di meja kantin. Ia menatap Noel yang baru tiba secara sekilas sebelum menelungkupkan kepalanya kembali.
Noel menatap sebuah paperbag bertuliskan merek terkenal, kotak kue tart serta sebuket bunga yang tergeletak dimeja. Tanpa bertanyapun, Ia tau apa yang membuat temannya itu seperti orang stres.
"Aku melihat mobil Edmund baru sampai diparkiran tadi"
Kepala Lyora segera tegak secepat cahaya. Ia beranjak dan membawa serta semua bawaannya. Hanya menaruh tas miliknya dipangkuan Noel serta mengecup pipi pria itu sekilas.
"Kau memang dapat diandalkan"
Setelah mengatakan itu, Lyora meninggalkan kantin dengan terburu.
"Hei. Kelas akan dimulai 20 menit lagi!" Seru Noel yang tidak dihiraukan Lyora sama sekali.
....
Lyora celingukan mencari dimana mobil Edmund.
Apa Edmund sudah pergi?
Ia tau pria itu tidak ada jadwal mata kuliah hari ini. Tetapi wanita desa itu, memiliki jadwal hari ini. Pasti Edmund mengantarkan wanita iru.
Katakan Lyora seorang penguntit karena memang Ia mengetahui segala hal tentang Edmund termasuk kekasihnya.
Setelah berjalan cukup jauh, Ia dapat melihat sebuah mobil yang Ia yakini adalah mobil Edmund. Kemarin Edmund mengupload foto mobil yang sangat persis dengan mobil itu dilaman sosial media nya.
Lyora melangkah pasti menuju mobil itu. Matanya agak menyipit karena merasakan terik matahari yang menyilaukan.
Ia sampai didepan mobil Edmund yang masih menyala. Senyumnya tertarik sedikit mengetahui Edmund masih ada didalam mobilnya walaupun dari luar kaca mobil itu, Lyora tidak dapat melihat apa-apa.
Ia segera mengetuk jendela pengemudi dengan semangat. Agak lama Ia mengetuk sambil memanggil Edmund.
Begitu Edmund menurunkan kaca, senyuman Lyora ikut turun. Ia menatap nyalang wanita dikursi penumpang. Bajunya agak berantakan dengan bibir membengkak.
Lyora memang belum pernah merasakan hal-hal berbau dewasa seperti ciuman. Tetapi Ia tidak bodoh untuk mencerna apa yang barusan terjadi diantara Edmund dan Renata.
Ia buru-buru menampilkan senyum manisnya lagi begitu Edmund membuka pintu untuk turun.
"Happy birthday, Edmund. Semoga-"
Belum sempat Lyora mengatakan doa dan harapannya. Edmund segera memotong "Minggir" karena Lyora menghalangi dirinya yang akan membukakan pintu untuk Renata.
"Minggir, Lyora"Desis Edmund dingin
"Terima dulu hadiahku" Lyora menyodorkan paperbag beserta buket bunga kepada Edmund.
Edmund segera merampas hadiah itu dengan kasar.
Edmund mendorong tubuh Lyora yang tidak kunjung menyingkir. Membuat kue tart ditangannya terjatuh begitu saja.
Pria itu segera membuka pintu dan menarik Renata keluar. Sedangkan Lyora segera merangkul sebelah tangan Edmund.
"Lepaskan tanganmu atau akan kubuang semua ini" Kata Edmund dengan tatapan tajam dan dingin.
"Jangan seperti perempuan murahan, Lyora" Desis Edmund karena Lyora belum melepaskan tangannya.
Lyora tersentak dengan perkataan serta tatapan Edmund. Ia melepaskan tangan pria itu dan setelahnya Edmund menunduk untuk melemparkan hadiah Lyora ke kursi penumpang dan menutup pintu dengan membantingnya.
"Jangan mengikutiku"Perintah Edmund yang berlalu sambil merangkul Renata bersamanya.
Sedangkan Lyora menatap sedih semua itu. Ia merasakan matanya berkaca-kaca.
"Jangan menangis. Setidaknya Edmund menerima hadiahku" Bisik Lyora pada dirinya sendiri.
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
Blame The Cupid [Completed]
ChickLitKeterkejutan nampak diwajah Lyora. Seolah darah tersedot dari tubuhnya. Wajahnya pucat pasi menyadari siapa pria yang saat ini tertidur disampingnya. Bagaimana tidak? Ia berencana menjebak Edmund Leonard tapi mengapa yang ada di kasur bersamanya it...
![Blame The Cupid [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/233876871-64-k683373.jpg)