Keterkejutan nampak diwajah Lyora. Seolah darah tersedot dari tubuhnya. Wajahnya pucat pasi menyadari siapa pria yang saat ini tertidur disampingnya.
Bagaimana tidak? Ia berencana menjebak Edmund Leonard tapi mengapa yang ada di kasur bersamanya it...
Lyora menggeliatkan tubuhnya dari pelukan erat Edward yang akhirnya mengendurkan sedikit pelukannya. Masih dengan matanya yang berat Lyora menatap Edward dengan bibir merengut.
"Masih mengantuk, hm?" Tanya Edward usai mengecup bibir Lyora.
Yang ditanya hanya mengerjapkan mata kesal. Menurut pria itu bagaimana? Semua rangkaian pernikahan mereka kemarin sangat padat. Dari subuh hingga malam hari. Dan Edward terus saja mengatakan sekali lagi yang membuat Lyora rasanya hampir pingsan.
.
Satu-persatu dari mereka menyiram pohon tersebut bergantian sambil mengucapkan harapan-harapan pada keluarga kecil Edward.
Hingga hari mulai gelap. Semuanya berpamitan menyisakan tiga penghuni rumah ini.
"Ayo kita masuk" Ajak Edward usai mobil-mobil keluarga mereka sudah tak terlihat.
Lyora mengangguk kemudian menyentuhkepala Lili yang tertunduk lesu Ia menebak bocah kecil itu sedih karena rumah mereka sudah tak seramai tadi "Lili sedih?"
Lili menegakan kepalanya. Menatap Lyora dan Edward secara bergantian "Lili gak mau punya adik"
. . .
New extra chap!!! only on karyakarsa Isinya 3800++ kata scene pagi pertama edward sama lyora 🥰
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.