part 34

57.8K 3.9K 667
                                        

Pembangunan galeri sederhana milik Lyora sudah dilakukan sejak kemarin. Sehingga tukang yang Andrew kirim akan datang setiap pagi ke kediaman Kathrine.

Pria itu sendiri mengatakan pada Lyora kalau belum sempat datang dan memantau pekerjaan tukangnya karena memiliki pekerjaan di Singapura.

Sementara Lili saat ini punya kesibukan tambahan yaitu melihat para tukang-tukang bekerja. Bahkan bocah itu tidak tidur siang dari kemarin. Akibatnya Lili akan tidur lebih cepat dimalam hari.

Seperti saat ini, baru pukul delapan malam dan bocah itu sudah tertidur pulas dipangkuan Lyora setelah menyapa Sofia dan arnold yang baru saja tiba. Melihat Lili yang sudah pulas, Sofia menyuruh Lyora untuk menidurkan Lili dikamar saja.

Lyora meminta izin untuk pergi ke kamar. Ia menaruh Lili diranjang dan bocah itu sempat merengek dalam tidurnya. Lyora pun tak melakukan kebiasaannya untuk mengusap-ngusap Lili agar bertambah pulas.

Dengan tujuan agar bocah itu bangun dan menyelamatkannya dari kecanggungan diantaranya dan orang tua Edward.

Tetapi bocah itu hanya merengek sebentar sebelum kembali lelap dengan guling dipelukannya. Lyora hanya bisa pasrah, sangat tak sopan kalau Ia tidak segera keluar karena Kathrine sedang pergi keluar. Ibunya itu mengatakan ada acara reuni dengan teman-temannya.

Sebelum menuju ruang tamu. Lyora mengambil brownies dan cemilan untuk disuguhkan. Ia tidak membuatkan minum karena tadi si mbok sudah mengantarkan teh dan kopi.

"Maaf lama. Ini ada brownies sama kentang yang dibuat si mbok"

"Harusnya Mama yang minta maaf   karena datang semalam ini dan menganggu istirahatmu. Tadi Mama harus menemani Papa ke acara keluarganya dulu. Jadi baru sempat datang"

"Tidak apa kok, Tante" Balas Lyora dengan senyum canggungnya.

Sofia berusaha menghilangkan perasaan tidak enaknya ketika Lyora menolak memanggilnya mama secara tersirat.

"Eh kemarin Mama membelikan banyak pita-pita untuk Lili" Sofia mengambil beberapa paperbag kecil dan membukanya.

Lyora berdoa agar ekspresi meringisnya tidak terlalu kentara saat melihat bawaan Sofia. Jepit-jepit, bando dan ikat rambut yang dibawa oleh Sofia bukan seperti milik Lili yang dibelikan olehnya.

Melainkan itu semua berasal dari luxury brand seperti Chanel, Prada, Gucci, Roger Vivier, Miu Miu dan dari brand lain yang asing bagi Lyora.

Kathrine juga menunjukan bando couple yang bisa digunakan oleh Lyora dan Lili.

"Mama juga pakai bando dari Miu Miu ini loh. Coba kamu pakai. Ini merek kesukaan Mama karena nyaman dipakianya, gak bikin pusing"

Demi menghargai Sofia, Lyora mencobanya. Memang tidak membuat pusing, tetapi saat ini kepala Lyora pusing memikirkan kisaran harga bando yang sedang dicobanya ini. Ia sempat mendengar kalau bando yang dibelikan Sofia untuknya ini memiliki harga selangit karena banyak digunakan oleh kalangan artis dan sosialita.

"Tuh kan cantik. Warnanya cocok denganmu" Puji Sofia

Selanjutnya obrolan itu beralih ke kesibukan Lyora. Membuat Lyora tidak secanggung lagi menjelaskan pekerjaannya sebagai jasa pembuatan souvenir. Sofia merespon dengan excited apalagi saat Lyora menunjukan souvenir-souvenir yang pernah dibuatnya di website bisnisnya yang bernama 'Lyor'.

Wanita itu meminta kartu nama dan berkata akan mempromosikan usaha Lyora pada teman-temannya. Lyora menyambut niat baik Sofia dengan ucapan terimakasih.

"Kenapa Kamu gak minta tolong Edward untuk bangun galeri itu?"

Pertanyaan itu bukan berasal dari Sofia. Melainkan Arnold, pria paruh baya itu baru mengeluarkan suaranya sejak tadi. Leonard corp memang memiliki anak perusahaan dibidang konstruksi. Jadi membangun galeri sederhana bukanlah hal yang sulit. Edward tinggal meminta Teguh untuk menghubungi pihak terkait.

Blame The Cupid [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang