part 12

71.8K 3.9K 141
                                        

Buntalan selimut itu menggeliat. Menandakan seseorang dibawahnya telah bangun dari tidurnya.

Lyora mengerjapkan mata lalu memandang sekeliling. Ia menemukan Edward duduk di sofa dengan bathrobe ditemani laptop dan secangkir kopi.

Ia yakin dibalik bathrobe itu Edward tidak mengenakan apapun. Karena baju, celana serta pakaian dalam pria yang semalam Edward lepaskan itu masih berserakan dilantai.

YA, BERSERAKAN

Lyora menggerutu dalam hatinya melihat kekacauan di kamarnya yang rapih.

Akhirnya Ia memutuskan untuk melewati Edward dengan langkah tertatih untuk ke kamar mandi dengan terbungkus selimut. Dan pria itu sama sekali tidak menatapnya, tetap berfokus pada laptop miliknya.

30 menit membersihkan tubuhnya sekaligus merenungi dirinya yang kembali dinikmati Edward. Lyora keluar dengan bathrobe yang sama dengan Edward. Ia melihat Edward di posisi yang sama dan masih berkutat dengan laptop miliknya.

Karena tidak ada tanda-tanda pria itu akan beranjak dari kamar hotelnya. Lyora berniat untuk mengalah. Ia akan pergi dan tidak peduli apapun yang akan dilakukan Edward dikamarnya.

Setelah mengambil bajunya dari koper dan memakainya di kamar mandi. Lyora telah rapih dengan polesan make up sederhananya.

"Mau kemana?" Pertanyaan itu akhirnya keluar dari bibir Edward yang kini memperhatikan Lyora.

Lyora mengacuhkan pertanyaan itu. Ia melangkah menuju pintu sambil mencangklong tas nya.

Mata Lyora melebar ketika pintu yang tengah Ia buka tertutup dengan keras. Ia tersentak melihat Edward yang melakukan itu.

Sejak kapan pria itu meninggalkan laptopnya dan kini memojokan dirinya di pintu.

"Aku benci diabaikan"

Lyora memejamkan matanya. Ia sudah ingin menangis saat ini. Kenapa dirinya bisa berurusan dengan pria seperti Edward.

"Apa lagi yang Kakak mau dariku? Hah? Belum cukup balasan yang Kakak beri karena Aku mencoba menjebak Edmund?"

"Aku sudah bilang kalau Aku tidak akan menganggu Edmund lagi. Aku pun menyesali niatku menjebak Edmund. KARENA ITU AKU BERTEMU DENGAN PRIA SEPERTIMU"

Edward segera mencengkram dagu Lyora "don't you dare to shout at me"

"Lyora Jasmine Effendi"

"Anak dari Joshua Effendi. Direktur pemasaran PT. Sinar EF. Anak buangan Chairil Effendi"

Lyora mengangkat tangannya dan hendak menampar Edward tetapi Edward sudah terlebih dahulu mencengkram tangannya. Pria itu bersikap terlalu jauh karena menghina Ayahnya. Biarpun perkataan Ayahnya seringkali menyakitkan. Ia tetap tidak terima.

"Kau pikir Kau siapa? Bisa menghina Ayahku seperti itu?"

"Aku siapa? Bukankah Kau tau kalau level ku jauh diatas perusahaan keluargamu itu. Apalagi anak buangan seperti Ayahmu yang sepertinya tidak akan diberi kekuasaan untuk memimpin perusahaan Kakekmu"

Mata Lyora siap meneteskan air mata. Namun, Ia menahannya. Dirinya tidak sudi menangis didepan pria sialan ini.

"Dan oleh karena itu Kau berniat menjebak Edmund? Karena dengan Edmund disisimu, Anak buangan seperti Ayahmu bisa naik derajat menjadi pemimpin"

Penjelasan Edward membuat Lyora tercengang. Jadi pria itu membuat kesimpulan kalau Ia mengejar Edmund karena hartanya?.

Edward mengelus pipi Lyora dengan tatapan meremehkan "Kau tau? Harusnya Kau merangkak dibawahku. Bukan mengejar Edmund, karena Aku lah yang pemegang kekuasaan Leonard Corp"

Blame The Cupid [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang