part 37

60.8K 3.6K 180
                                        

Belum sampe target udah update nichhh 😌
.
.
🌟Happy reading🌟
.
.
.


Lyora sedang menyiapkan pesanan hampers sebanyak 90pc. Isian hampers sudah ditentukan oleh kliennya. Jadi Lyora hanya tinggal memasukkannya ke dalam kotak yang sudah diberi alas kain satin, memberi hiasan dan membentuk simpul pita.

Usaha miliknya ini memang sudah mulai dikenal oleh banyak orang. Hingga tak pernah sepi order. Sebelum satu order selesai, Lyora pasti sudah menerima pesanan baru lagi.

"Kaya gini, Mommy?"

Tentu saja pertanyaan itu keluar dari Lili. Bocah kecil dengan segala keingintahuannya ngotot untuk membantu Lyora. Walau memang Lili benar-benar membantunya untuk memasuk-masukan souvenir kedalam kotak hampers.

"Iya, pinter banget. Makasih yah udah bantuin Mommy"

Anak itu mengangguk senang dan meneruskan kegiatannya untuk membantu Lyora. Kemudian derit pintu membuat Lyora mengangkat kepalanya.

"Ada Sofia datang"Kata Kathrine.

Lyora mengangguk "Lili temani Ninda dulu gih"

"Nanti aja, Mommy. Lili belum selesai"

Akhirnya karena tak enak. Lyora menghentikan dulu pekerjaannya. Padahal tadi Ia berniat untuk menyelesaikan pesanan ini secepat mungkin agar esok hari selesai dan Ia bisa menyelesaikan pesanan baru. Lyora mengajak Lili pergi ke ruang tamu menemui Sofia.

Namun, keberadaan pria disamping Sofia dimalam ini membuat Lyora gugup. Lyora yakin Ia sudah tidak memiliki perasaan apapun pada Edmund.

Yang dirasakannya saat ini murni akibat rasa malu ketika mengingat kelakuannya dulu. Semua kelakuan genitnya pada Edmund seperti kaset rusak yang terus memutar dibayangannya.

"Uncleee" Teriakan Lili menggema.

Berbeda dengan Ibunya yang dilanda kikuk. Lili sudah melepas gandengannya dari Lyora dan menghampiri Edmund. Bocah itu juga tak lupa mencium kedua pipi Edmund.

"Arnold ikut dengan Edward menghadiri undangan ASEAN Bussines and investment summit di Singapura. Jadi Mama minta Edmund yang antar"

Edward sudah mengatakan hal itu pada Lyora tadi pagi. Walau hanya dianggap angin lalu oleh Lyora. Pria itu mengatakan kalau akan pergi selama satu minggu. Membuat Edward terus saja mendekap Lili erat saat akan pergi tadi setelah mengantar Lyora dan Lili kembali ke rumah.

"Lyora sudah kenal sama Edmund kan? Edmund bilang kalian satu kampus dulu"

"Kita sempat satu kelas, Ma" Jawab Edmund

Lyora pun ikut duduk disofa yang bersebrangan dengan Edmund dan Sofia. Sementara Kathrine duduk di sofa tunggal.

Sofia mulai mengeluarkan belanjaannya. Seperti biasa, wanita paruh baya yang baru mengetahui keberadaan cucunya itu tak pernah datang dengan tangan kosong.

"Wow baju balet. Woah, very pretty Ninda. Kaya baju princess" Lili berseru heboh ketika Sofia mulai mengeluarkan baju balet berwarna pink.

Kemudian disusul pekikan heboh lainnya ketika Sofia mengeluarkan tiga baju ballet dengan warna yang berbeda-beda.

Semua orang dewasa disitupun otomatis menyunggingkan senyum melihat wajah berbinar Lili.

"Lili suka?"

"Suka banget. Lili suka bagus-bagus. Terimakasih Ninda" Lili memeluk Sofia erat

"Mau coba pake gak?" Tanya Sofia lagi yang langsung diangguki antusias bocah itu.

Blame The Cupid [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang