Keterkejutan nampak diwajah Lyora. Seolah darah tersedot dari tubuhnya. Wajahnya pucat pasi menyadari siapa pria yang saat ini tertidur disampingnya.
Bagaimana tidak? Ia berencana menjebak Edmund Leonard tapi mengapa yang ada di kasur bersamanya it...
Edward semakin tertawa bahagia mendengar kegugupan Lyora. Jika tadi wajah wanita itu memerah karena marah. Saat ini Edward yakin kalau rona merah diwajah Lyora memiliki makna lain.
"Aku tidak cemburu ya" Kata Lyora seolah menegaskan ucapannya lagi karena melihat Edward menaikan alisnya dengan tatapan tidak percaya.
"Benar? Tapi kok hidungmu jadi panjang?" Edward meniru perkataan yang sering Lili ucapkan sambil menarik hidung Lyora.
Lyora menepis tangan Edward tetapi pria itu malah memindahkan tangannya ke pipi Lyora dan merangkumnya.
"Aku senang karena Kamu cemburu"
"Aku tidak cemburu" Ucap Lyora tetap pada pendiriannya.
....
"Rasanya bahagia sekali melihatmu akhirnya cemburu" Kata Edward yang kini kembali membawa Lyora kedalam pelukannya sambil mendesah puas.
"Sebahagia itu?" Tanya Lyora yang dibalas gumaman oleh Edward.
Lyora meminta Edward melepaskan pelukannya yang dituruti oleh pria itu "Aku tidak tau apakah ini akan membuatmu semakin bahagia atau tidak"
Lyora menggeser tubuhnya. Membuka laci dan mengambil sejumlah benda dari dalam sana. Ia memberikan sebuah benda panjang berbentuk stik dengan warna putih pink pada Edward.
Pria itu menerima dan memperhatikan benda itu dengan seksama. Kemudian matanya melebar ke arah Lyora yang memberikan benda yang sama lagi kepada Edward.
....
New extra chapter Only on karyakarsa . . Blame The Cupid Extra Chapter V : Jealousy is a sign of love
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Isinya 5800++ kata Apa gak puas baca pasutri bucin ini? Ditambah Lyora yang udah ketularan virus bucin edward
Bonus
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.