Pembangunan galeri Lyora sudah memasuki hari ke 32. Tinggal sekitar 10 persen lagi hingga selesai. Dan selama itu Andrew seringkali mampir untuk mengontrol para tukangnya secara langsung.
Lyora berharap agar galerinya bisa jadi sebelum ulang tahun Lili. Supaya Ia bisa merayakan ulang tahun bocah itu dihalaman rumah Kathrine sekaligus syukuran atas galeri baru milik Lyora.
Ting Nong
Ting Nong
Ting Nong
Sambil membuat pita dikotak hampers pesanannya. Lyora mengernyitkan dahi, jam sudah menunjukan pukul 11 malam lewat.
Siapa yang bertamu semalam ini?
'Apa hanya orang iseng?' Batinnya cukup takut untuk melihat siapa yang datang.
Tetapi kalau Ia tidak membukakan pintu. Bel itu akan membangunkan Kathrine dan si mbok yang pasti sudah tertidur pulas. Tidak hanya itu, bocah kecil kesayangannya pun bisa terbangun.
Lyora meninggalkan sejenak pekerjaannya. Melangkah keluar untuk mengintip dari jendela terlebih dulu.
'Edward' Kekesalan langsung menguar dari dalam diri Lyora. Mau apa pria itu bertamu semalam ini?
Memang setelah pria itu dengan kurang ajar mencium dahinya. Edward yang sebelumnya hanya datang di pagi hari untuk mengantar Lili ke sekolah, kini juga menyempatkan diri untuk datang di sore atau malam hari.
Dengan perasaan jengkel Lyora membuka pintu karena Edward belum juga berhenti menekan bel. Dan baru pria itu berhenti membunyinan bel setelah Ia melihat Lyora keluar.
Lyora tak mengatakan apapun, hanya menatap Edward dongkol. Ia juga belum berniat untuk membukakan pintu pagar.
"Bisakah Kau buka pintu ini?"
"Untuk apa?" Balas Lyora akhirnya.
"Tentu saja untuk masuk ke dalam. Apa lagi?"
Dengan mengais kesabarannya, Lyora berusaha untuk tidak meneriaki pria itu "Apa Kau tidak memiliki etika? Bertamu di waktu hampir tengah malam seperti ini?"
"I just landed an hour ago" Jawab Edward. Kemarin malam pria itu memang mengatakan kalau Ia tidak bisa mengantar Lili sekolah hari ini karena memiliki meeting di Singapura.
"Lalu? Memangnya tidak ada hari esok?"
"Aku belum bertemu Lili hari ini"
"Lili sudah tidur, bodoh" Hilang sudah kesabaran Lyora.
Pria itu nampak tersinggung tetapi yang dilakukan pria itu selanjutnya membuat Lyora tak habis pikir. Karena Edward kembali memencet bel berkali-kali. Berapa umur pria ini? Tingkahnya sangat kekanakan sekali.
Dengan kasar Lyora membuka gembok pagar dan membiarkan Edward masuk.
"Jangan membangunkan Lili" Ucap Lyora setelah membiarkan Edward masuk. Ia memilih untuk menunggu di ruang tamu saja.
"Siapa yang datang sayang?" Kathrine dengan wajah baru bangun tidurnya membuka pintu kamarnya.
"Edward. Ingin melihat Lili katanya" Jawab Lyora kesal. Lihatlah kelakuan pria itu membuat Ibunya terbangun pada jam segini.
Kathrine pun hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar kelakuan ayah dari cucunya itu. Setelah itu, Kathrine masuk kembali ke kamarnya.
Ibunya hanya berpesan untuk menyuruh Edward segera pulang setelah pria itu selesai melihat Lili dikamarnya.
Lyora masih menunggu hingga 15 menit kemudian. Ia mendecak kesal karena pria itu tak kunjung keluar dari kamarnya.
Akhirnya Lyora memutuskan untuk menghampiri Edward. Saat berada didepan kamarnya, Ia samar-samar mendengar suara Lili.
KAMU SEDANG MEMBACA
Blame The Cupid [Completed]
Chick-LitKeterkejutan nampak diwajah Lyora. Seolah darah tersedot dari tubuhnya. Wajahnya pucat pasi menyadari siapa pria yang saat ini tertidur disampingnya. Bagaimana tidak? Ia berencana menjebak Edmund Leonard tapi mengapa yang ada di kasur bersamanya it...
![Blame The Cupid [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/233876871-64-k683373.jpg)