part 17

69.3K 3.8K 250
                                        

Mobil yang ditumpangi Lyora dan Lili sudah memasuki sebuah komplek perumahan. Sedangkan Noel kembali ke rumah orangtuanya. Mereka menjemput Noel di bandara dan menawarkan untuk mengantar Lyora dan Lili juga.

Tetapi Lyora menolak. Ia tidak enak jika harus mengganggu waktu Noel dan orangtuanya yang baru bertemu lagi. Hingga Ia menaiki taksi menuju rumah ibunya.

Kedatangan Lyora saat ini tidak diketahui Kathrine. Bahkan saat ibunya menelpon semalam, ketika mereka sedang transit. Lyora tidak menerima panggilan video dari Kathrine dengan alasan sangat mengantuk dan Lili sudah tertidur.

Mereka berhenti didepan sebuah rumah berlantai satu yang sangat asri. Banyak tanaman bunga yang menghiasi rumah bercat putih itu. Tetapi bunga yang mendominasi adalah bunga yang menjadi nama ibunya, lyora bahkan lili yaitu bunga melati.

Lyora mencebik melihat itu apalagi saat wangi dari bunga-bunga melati yang tumbuh subur itu masuk ke hidungnya. Ia tidak menyukai wangi jasmine apalagi bunga itu sering dikait-kaitkan dengan hal-hal mistik yang membuat Lyora merinding.

"Ini rumah gemi?"

Lyora mengangguk dan menurunkan Lili dari gendongannya. Supir taksi sedang menurunkan koper-koper mereka yang cukup banyak.

"Wah.. butterfly" Pekik anak itu senang.

Sedangkan Lyora menekan bel sambil melihat ke dalam rumah. Mencoba mencari keberadaan supir ataupun ART ibunya.

Namun yang keluar adalah Kathrine. Ibunya menatap memicing ke arahnya yang masih didepan pagar sebatas dada itu.

Ibunya seperti orang yang tak percaya sekaligus kaget. Mungkin karena Kathrine tidak mengenakan kacamatanya hingga menatap dirinya seperti itu.

"Lyora?"

"Kita hanya tidak bertemu satu bulan lebih. Mama lupa dengan wajahku ya?"

Kalimat itu menyentak Kathrine, Ia melangkah hampir berlari menghampiri Lyora dan membuka pagar.

"Gemi" Panggil Lili riang

Kathrine memeluk Lyora dan Lili bergantian "Kapan kalian sampai? Mengapa tidak mengabari Mama?"Decak Kathrine walaupun kebahagiaan terpancar jelas diwajahnya.

Namun raut riang Kathrine seketika membeku. Ketika sebuah mobil melewati rumahnya. Dan Lyora yang menyadari keterpakuan ibunya, berusaha untuk menengok ke belakang.

"Pasti kalian lelah, ayo cepat masuk. Kebetulan si mbok udah selesai masak"

Lyora mengangguk dan mengikuti Kathrine. Lili sendiri, bocah itu sudah menerobos masuk karena merengek kepanasan.

Sedangkan koper-koper mereka dibawa masuk oleh supir Kathrine.

....

"Jadi kalian akan menetap disini?"

Lyora mengangguk sambil menelan makanannya "Mama senang?"

"Tentu sayang, mama senang bisa bertemu kalian kapan saja"

"Kalau tidak keberatan, Aku dan Lili akan tinggal di rumah ini"

"Kamu bicara apa sih? Tentu saja mama tidak keberatan malahan bahagia, sayang. Mama akan minta tolong si mbok untuk merapihkan kamar untuk kamu dan lili. Apa kamu mau kamar sendiri untuk lili?"

"Tidak perlu, Ma. Lagipula bocah kecil itu tidak bisa tidur kalau nggak dusel-dusel" Dengus Lyora sambil memperhatikan putrinya itu yang sedang menyantap puding cup yang entah keberapa sambil menonton TV di ruang tamu.

Kathrine tersenyum sendu ke arah Lyora "Jangan begitu. Kamu harus menikmati momen itu sebaik mungkin. Percayalah, nanti kamu akan sangat merindukan segala tingkah kecerewetan dan kemanjaan Lili"

Blame The Cupid [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang