🌟Jangan lupa vote komen biar makin semangat 🌟
.
.
Enjoyy
...
.
.
.
.
.
Teguh sudah menemukan seorang pengasuh untuk Lili dan pengasuh itu sudah tiba di pagi hari. Tetapi anak itu tidak mau ditinggal berdua saja bersama pengasuhnya.
Jadilah satu harian kemarin, Edward hanya berada didalam penthouse bersama Lili dan pengasuhnya. Ia menyerahkan pekerjaan pada Teguh dan Edmund.
Tetapi hari ini, Edward tak bisa mangkir lagi dari pekerjaannya. Ia harus menghadiri pertemuan dengan klien untuk menyetujui kerjasama senilai puluhan juta dolar.
Memang bisa saja Ia menyuruh Edmund untuk mewakili. Tetapi rasanya tidak sopan karena yang akan datang nanti juga merupakan presdir perusahaan tersebut. Terlebih lagi presdir perusahaan asing itu mau datang kesini untuk penandatanganan kerjasama.
Untung saja mereka menyetujui permintaan Edward untuk bertemu disebuah restoran yang berada dalam komplek elit lapangan golf. Edward memberi alasan agar kerjasama mereka lebih santai dan mereka dapat menjalin keakraban.
Padahal alasan utamanya ialah tak mungkin Ia membawa Lili ke kantor dalam kondisi seperti ini. Para pegawai akan saling berbisik curiga dan dapat diprediksi selanjutnya kalau Arnold dan Sofia akan segera tau.
Edward tak apa jika hanya sang ayah yang mengetahuinya. Tetapi jika Sofia, ibunya dapat berubah menjadi drama queen dalam sepersekian detik.
Belum lagi rencana pertunangan dirinya dengan Sasha. Edward akan secepatnya berbicara pada Ibunya perihal pembatalan. Karena tak mungkin Ia tetap bertunangan dengan Sasha disaat dirinya sudah memiliki Lili. Lagipula impian Sofia untuk memiliki cucu sudah terkabul.
Edward tak mau menambah masalah baru untuk saat ini. Karena sebenarnya Ia masih belum pulih dari keterkejutannya yang ternyata selama ini memiliki seorang putri yang sangat mirip dengannya.
Walaupun begitu, Edward tetap menikmati perannya sebagai seorang ayah yang ternyata cukup merepotkan. Karena Lili belum terbiasa dengannya bahkan anak itu seringkali termenung dengan wajah sedih ataupun merengek.
"Papa! Pa.. Pa" Dan saat ini anak itu kembali merengek. Edward yang sudah rapih dengan kemeja beserta jas membuka pintu kamar.
Ia melihat Lili sudah rapih juga dengan dress floral berwarna putih. "Sayang papa"Edward membawa Lili ke dalam gendongannya.
Dengan air mata masih mengalir, bocah itu menenggelamkan wajahnya ke bahu Edward sambil menangis.
Dibelakang Lili, sang pengasuh menyusul. Pengasuh itu tampak menunduk kemudian menjelaskan "Non Lili menangis karena pita merahnya hilang, Tuan"
Edward mengelus surai Lili "Bukannya pita Lili ada banyak?"
Teguh sudah melaksanakan perintah Edward untuk membelikan segala kebutuhan Lili. Mulai dari baju, sepatu dan pernak-pernik sudah dipenuhi oleh Teguh dalam kamar yang ada disamping kamar utama.
"Lili mau pita itu. Pita dari Mommy" Isaknya
Edward mengecup puncak kepala Lili. Ia paham sekarang, bocah itu merindukan Lyora.
"Sepertinya hilang saat Non Lili berenang kemarin, Tuan"
"Sekarang pakai yang lain dulu ya. Lili mau ikut papa kan?"
Bocah itu mengangguk, namun tidak mau diturunkan dari gendongan Edward.
Akhirnya Edward menyuruh pengasuh Lili untuk membawakan tas kerjanya beserta perlengkapan Lili.
KAMU SEDANG MEMBACA
Blame The Cupid [Completed]
ChickLitKeterkejutan nampak diwajah Lyora. Seolah darah tersedot dari tubuhnya. Wajahnya pucat pasi menyadari siapa pria yang saat ini tertidur disampingnya. Bagaimana tidak? Ia berencana menjebak Edmund Leonard tapi mengapa yang ada di kasur bersamanya it...
![Blame The Cupid [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/233876871-64-k683373.jpg)