part 20

76.5K 4.1K 249
                                        

Mereka baru saja menyelesaikan makan siang disebuah restoran italia. Lili, bocah kecil itu yang mengatakan ingin menyantap pasta untuk makan siangnya ketika Edward bertanya.

Dan benar saja, anak itu makan sangat lahap. Lili menghabiskan pasta dipiringnya tanpa sisa. Sedangkan Lyora yang memesan mushroom soup, hanya menyantap beberapa sendok.

Selera makan Lyora lenyap begitu saja. Apalagi saat Edward menjelaskan kepada Lili tentang 'papa' yang disimak penuh seksama oleh anak kecil itu.

Rasanya ingin sekali Lyora meneriaki wajah Edward dan menarik lili pergi saat itu juga. Tetapi itu semua hanya dalam khayalan Lyora, ia tidak seberani itu untuk melakukannya.

Apalagi saat ini orang-orang banyak yang mengenali Edward sebagai tunangan Sasha Gunardi. Ia hanya berharap tidak ada yang memotret kebersamaan mereka.

Edward membayar makan siang mereka bertiga. Dan setelah itu keluar dari restoran sambil menggandeng tangan Lili.

"Mau kemana lagi kita, princess?"

"Ke tempat squishy squishy, papa"

"Lili" Panggilan itu menghentikan langkah Lili.

Ia menengok dan menyadari kalau Ibunya tertinggal.

"Lets go, Mommy"

"I-tu Mommy capek mau tidur. Gimana kalau kita beli nanti sore saja? Biar nanti Mommy juga bisa tanya aunty rachel"Lyora mengatakan hal itu dibawah tatapan tajam dari Edward.

Senyum lebar Lili menghilang. Wajahnya sendu, tetapi bocah itu kasihan dengan mommynya yang terlihat lelah "Yasud-"

"Yasudah. Bagaimana kalau Lili mencari squishy sama Papa saja? Biar Mommy pulang sendiri, kelihatannya Mommy memang butuh tidur" Kata Edward yang diakhiri lirikan sinis pada Lyora.

Bocah itu menatap penuh minat pada tawaran Edward. Sebelum Lyora kembali menginterupsi "Uncle Edward kan tidak tau rumah kita sayang"

"Papa tau dimana rumah Lili"

Lili menatap Edward sebelum tersenyum lebar "Asik. Kalau gitu Lili cari sama papa saja. Mommy mau pulang?"

Ekspresi kekalahan muncul diwajah Lyora. Berlainan dengan Edward yang tersenyum sombong penuh kemenangan.

Ia tak mungkin membiarkan Edward pergi berdua saja dengan Lili "Baiklah. Mommy temani Lili juga, tapi jangan lama-lama ya"

Lili mengangguk girang. Ia meraih tangan Lyora dengan tangan kirinya dan Edward denhan tangan kanannya.

....

Perintah jangan lama-lama yang dilontarkan Lyora hanyalah angin lalu. Buktinya sudah lebih dari satu jam mereka berkeliling.

Dan Lili sudah membeli banyak barang. Baju, sepatu dan aksesoris balet salah satunya. Saat mereka melewati toko baju perempuan, terdapat patung yang dipajang menggunakan perlengkapan balet.

Lili, bocah kecil itu tentu antusias saat mereka melewatinya. Memang saat di Belanda Lili ikut kelas balet setiap minggunya.

Dan tak perlu disuruh pun, anak itu lancar bercerita pada Edward. Membuat pria yang baru saja menjadi Ayah itu antusias menggiring Lili ke dalam toko.

Kini mereka berada didalam toko mainan. Squishy yang dinginkan Lili tidak ada ditoko ini. Tetapi bocah itu tetap membeli bermacam mainan yang ditawarkan Edward.

"Sudah kan? Kita pulang yuk"

Lili mendongak menatap ibunya,tampak menimbang "Tapi squishynya gak ada"

Blame The Cupid [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang