Meja makan sederhana milik Kathrine sudah terisi dengan Andrew, Edward, Lili dan Lyora. Sedangkan Kathrine yang memiliki jadwal shooting tidak ada dirumah.
"Mau tambah lagi" Lili menyodorkan mangkuk sayur miliknya pada Lyora.
"Aku juga" Kini Andrew ikut mengangkat mangkuknya.
Sore ini si mbok memasak ikan garang asam favorit Lyora. Perpaduan antara rasa asam pedas dan gurih memang membuat menu ini seringkali menyebabkan kalap saat memakannya.
Lyora mengisi mangkuk Lili terlebih dulu dari panci ikan garang asam yang tak diberi cabai. Baru kemudian mengisi mangkuk Andrew.
"Sepertinya ini akan menjadi menu favoritku" Kata Andrew setelah menerima mangkuknya.
"Aku akan memberitahumu kalau nanti si mbok masak ini lagi. Karena si mbok akan membuat menu ini paling tidak lima kali dalam sebulan"
Disebrang Lyora, Edward hanya diam memperhatikan interaksi keduanya. Walau dalam hatinya berkali-kali mendecih sinis 'Aku akan memberitahumu? Apa wanita itu tak sadar kalau kalimat itu adalah undangan terbuka? Atau wanita itu memang menyukai pria itu? Sial'
"Daddy mau nambah?" Pertanyaan Lili yang duduk disampingnya membuat Edward menatap mangkuknya yang sudah kosong.
Ia menggerakan tangannya dan memberikan mangkuk itu pada Lyora tanpa mengatakan apapun.
Malas berdebat disaat mood nya sedang bagus karena sedang menyantap menu favoritnya. Lyora meraih mangkuk itu dan mengambilkannya itu Edward.
Setelah selesai makan Lyora mengobrol sebentar dengan Andrew terkait galerinya di halaman rumah. Kemudian Andrew berpamitan pulang dan Lyora kembali masuk ke dalam.
"Ngeng ngeng Aaa" Lili menyuapkan puding coklat ke mulut Edward.
Dan saat melihat Lyora, anak itu menghampiri ibunya dan menyuapkan puding pada Lyora juga. Setelah puas melihat Ibunya menerima suapan puding itu, Lili kembali kepada Edward dan bermain dengan pria itu.
Melihat hal itu, Lyora memanfaatkan kesempatan dengan merangkai pesanan suvenir untuk minggu depan dikamarnya.
Hampir tiga jam berlalu Lyora sudah menyelesaikan 50 buah suvenir. Tinggal sekitar 85pc lagi untuk menyelesaikan pesanannya. Lyora mengistrihatkan tubuh sejenak melirik jam yang menunjukan pukul 9 lewat.
Belum ada tanda-tanda Lili masuk ke kamar. Membuat Ia berdiri untuk mengecek Lili diluar. Keadaan rumahnya sangat hening. Membuat Lyora semakin mengernyitkan dahinya curiga.
Saat tiba diruang tamu. Ia melihat Lili yang tertidur diatas badan Edward. Sepertinya mereka berdua ketiduran saat bermain diatas karpet.
Lyora membangunkan Edward. Namun, tak ada respon dari pria itu. Saat Ia menyentuh lengan Edward, Lyora bisa merasakan suhu tubuh pria itu yang tinggi.
Akhirnya Lyora berusaha mengangkat Lili. Ketika berhasil Ia membawa Lili ke dalam kamar. Menggantikan baju bocah itu yang sudah tertidur.
Saat akan menutupi badannya dengan selimut. Lili mengerjapkan matanya "Mommy"
Lyora mengecup dan mengelus-ngelus kepala Lili agar anak itu kembali tidur. Tetapi Lili meminta untuk digendong.
Akhirnya Ia menimang-nimang Lili hingga bocah itu pulas dan tak merengek lagi. Setelah berpikir cukup lama, Lyora membawa Lili keluar menuju kamar Kathrine.
Ia menaruh Lili di ranjang dan menyelimutinya. Barulah Lyora kembali ke ruang tamu.
Posisi Edward sudah berubah menjadi meringkuk diatas karpet. Lyora menyentuh dahi pria itu 'panas'.
KAMU SEDANG MEMBACA
Blame The Cupid [Completed]
ChickLitKeterkejutan nampak diwajah Lyora. Seolah darah tersedot dari tubuhnya. Wajahnya pucat pasi menyadari siapa pria yang saat ini tertidur disampingnya. Bagaimana tidak? Ia berencana menjebak Edmund Leonard tapi mengapa yang ada di kasur bersamanya it...
![Blame The Cupid [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/233876871-64-k683373.jpg)