part 33

63.3K 3.9K 318
                                        


🌟Jangan lupa vote komen🌟
.
.
Enjoy
.
.
.
.

Edward menjadikan kegiatan mengantar Lili ke sekolah sebagai rutinitasnya saat ini karena terkadang Edward tak memiliki waktu untuk menemui Lili sepulang kerja. Saat ini Ia sudah tiba dikediaman Kathrine pagi-pagi seperti biasanya "Ma" Sapanya pada Kathrine

Kathrine hanya mengangguk singkat menjawab sapaan canggung Edward. Sejak kemarin Edward mulai memanggilnya dengan sebutan 'mama'.

Kathrine pun menerima saja panggilan itu. Setidaknya Edward cukup sopan untuk berinisiatif menyapanya setelah pria itu hanya menyelonong keluar masuk dari rumahnya begitu saja.

"Sepertinya Lili baru bangun. Kamu mau sarapan?" Tawar Kathrine yang diangguki cepat oleh Edward. Kemudian Ia menyuruh Edward untuk menunggu sambil sarapan dimeja makan.

Pagi ini si mbok membuat bubur ayam. Sebenarnya Edward tak pernah sarapan dengan makanan berat seperti ini. Biasanya Ia hanya sarapan dengan toast, sandwich atau pancake yang dibeli Teguh dari kafe. Tetapi sejak rutin datang kesini setiap pagi, Ia sudah tak pernah mengkonsumsi jenis sarapan seperti itu lagi.

"Lili" Pekik Lyora sambil berpura-pura melotot galak.

"Lariii. Ada monster. Hahahaha" Gelak tawa itu terdengar disertai oleh suara pintu yang dibuka kasar.

"Awas ya kalau ketangkap"

Bocah kecil yang sudah menggunakan seragamnya berupa kemeja dan rok kotak-kotak pendek itu berlarian sambil tertawa geli.

Dibelakangnya terdapat Ibu dari anak itu dengan wajah yang berlumuran bedak bayi.

Edward tak bisa mengalihkan fokusnya dari Lyora. Bukan, bukan karena wajahnya tetapi karena pakaian yang digunakan oleh wanita itu. Membuat Edward sedikit kegerahan.

"Daddy. Tolong Mommy jadi monster" Lili menyeruduk Edward yang sedang duduk terpaku itu.

Sementara Lili sambil cekikikan naik ke pangkuan ayahnya. Lyora menghentikan tingkah konyolnya.

Dan seolah tersadar akan kedua bukit kembar yang menonjol dibalik gaun tidur tipis bertali spagheti berdada rendah berwarna putih  yang dikenakannya.

Dan yang paling memalukan 'Ia tidak menggunakan bra, sial'

Wanita itu segera membalikan badannya. Berjalan cepat menuju kamar.

"Mommy. Kok udahan?" Tanya Lili tanpa mengangkat kepalanya dari cerukan Edward.

"Mommy kebelet pipis" Jawab Lyora tanpa berbalik. Ia segera masuk kedalam kamar dan menguncinya.

Kathrine yang melihat kejadian itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ia berdehem karena Edward masih saja memperhatikan pintu kamar Lyora.

"Hm. Lili mau makan?" Hanya pertanyaan bodoh itu yang terpikirkan oleh Edward dibawah tatapan Kathrine.

"Iya. Lili kan butuh energi buat belajar"

Setelahnya Lili melepaskan rangkulannya dari leher Edward. Namun, sebelum itu Ia menyapa Edward.

"Oh iya. Good morning daddy" Sapa Lili sambil mengecup bibir Edward.

Inilah yang membuat Edward enggan untuk melewatkan kedatangannya kesini. Sikap manis Lili membuat hatinya menghangat dengan sendirinya.

Edward membalas kecupan Lili dengan kecupan berkali-kali. Membuat anak itu tertawa kesenangan.

Setelahnya anak itu turun dan menyapa Kathrine dan si mbok. Sebelum memakan sarapannya.

....

Blame The Cupid [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang