+628xxxxxxxx
Aku tidak bisa menjemput
kalian. Didepan supirku
sudah menunggu
Lyora yang hendak memesan taksi online mengernyitkan dahinya melihat pesan masuk dari nomor yang Ia yakini milik Edward.
Ia tak membalas pesan Edward. Tetapi saat Ia keluar bersama Lili yang digandengnya, seorang pria paruh baya berseragamkan hitam menyapa dirinya.
"Siang, Nyonya. Saya Maman yang ditugaskan Tuan Edward"
"Siang, Pak Maman. Panggil saya Lyora saja ya, Pak"
Pak Maman tampak segan mengikuti perintah Lyora. Pria paruh baya itu hanya mengiyakan saja. Walau belum genap lima menit, Ia kembali memanggil Lyora dengan sebutan Nyonya.
Sementara Lyora tidak membantah untuk pulang bersama supir yang dikirimkan oleh Edward. Karena Lili sudah merengek kepanasan dan menunggu taksi online pun membutuhkan waktu lagi.
Lagipula, bukannya sayang sekali jika tidak memanfaatkan fasilitas yang Edward berikan. Selama tak ada pria yang mampu menguras emosi Lyora itu didalamnya. Ia tak akan menolak. Lumayan pikirnya untuk berhemat. Karena Ia akan menghabiskan cukup banyak uang untuk pembangunan galerinya.
....
Malam ini disebuah restoran bernuansa klasik. Edward baru saja tiba, Ia terlambat hampir satu jam. Membuang napasnya lelah, Ia merapihkan kemejanya yang sudah berantakan. Agar Ibunya tidak menambah daftar kesalahannya malam ini.
Edward diantarkan menuju ruangan private oleh pelayan. Disana mereka semua sedang menikmati hidangan malam yang disajikan.
"Hey, sayang" Sasha menjadi orang pertama yang menyadari kedatangan Edward. Wanita dengan gaun navy sederhana itu segera berdiri dan menghampiri Edward.
Ia memeluk Edward singkat dan mengatakan kalau Edward tak perlu datang jika Ia sibuk.
"Bukankah mereka sangat serasi? Aku tidak sabar menantikan cucu dari mereka berdua" Sahut Sandra Gunardi, Ibu dari Sasha.
Sofia sempat menatap Arnold saat mendengar kata-kata itu. Arnold masih bisa bersikap santai sementara Sofia sama sekali tidak bisa. Ia yang menyarankan untuk mengadakan pertemuan ini sesegera mungkin, tetapi Ia sendiri yang gugup karena tak enak hati.
Rasanya Ia ingin malam ini cepat berakhir. Tetapi apa daya? Edward bahkan baru tiba. Sejak tadi Sofia hanya bisa memaksakan senyumnya untuk menanggapi pembicaraan Sasha dan Sandra mengenai persiapan acara pertunangannya dengan Edward.
Edward duduk disamping Sasha. Namun, sebelum itu Ia menyalami Erick dan Sandra yang ikut berdiri.
"Paman dengar Kamu berhasil melakukan ekspansi besar ke pasar eropa?" Tanya Erick pada Edward setelah menyelesaikan makan malamnya.
Edward mengangguk mengiyakan. Berita tentang ekspansi yang dilakukan oleh Leonard corp memang sudah tersebar dimedia. Hal itu juga yang menyebabkan nilai sahamnya terus naik sejak kemarin.
"Selamat Ed. Tidak sia-sia Arnold menyerahkan perusahaan kepadamu" Puji Erick Gunardi dengan bangga
"Jadi, malam ini untuk merayakan kesuksesan Leonard?" Tanyanya lagi
Edward berdehem singkat. Sedangkan Arnold tetap bungkam. Sebelumnya memang Arnold sudah mengatakan kalau Edward harus bersikap gentle untuk mengatakannya sendiri.
"Sebenarnya Aku ingin mengatakan sesuatu. Yang mungkin membuat kalian marah"
"Sebelumnya Aku minta maaf karena tidak bisa melanjutkan acara pertunangan dengan Sasha" Lanjut Edward sambil menatap Sasha disebelahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Blame The Cupid [Completed]
ChickLitKeterkejutan nampak diwajah Lyora. Seolah darah tersedot dari tubuhnya. Wajahnya pucat pasi menyadari siapa pria yang saat ini tertidur disampingnya. Bagaimana tidak? Ia berencana menjebak Edmund Leonard tapi mengapa yang ada di kasur bersamanya it...
![Blame The Cupid [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/233876871-64-k683373.jpg)