Selamat Membaca^-^
****
Hubungan Tiffani dan Riza semakin membaik dan tidak ada di antara mereka yang mengungkit permasalahan dahulu. Sikap Feri sudah berubah kepada Tiffani dan ramah. Naomi yang belum pernah bertemu dengan Riza dan Feri semakin penasaran dengan wajah mereka sekarang. Apalagi tentang Calista yang katanya calon istri Feri.
Sekarang hari rabu. Satu hari lagi Feri dan Calista akan resmi menjadi sepasang suami istri. Tiffani dan teman-temannya sudah menyiapkan gaun untuk datang ke acara tersebut. Virly dan Naomi membawa pasangan mereka masing-masing. Tiffani tidak akan datang bersama Riza karena ia menghormati perasaan Jessica.
Jessica itu sangat benci jika di abaikan oleh temannya sendiri. Entah itu di acara besar atau hanya hang out biasa. Apalagi jika alasan mereka mengabaikan Jessica hanya karena ada pasangan mereka. Jika dibilang egois, Jessica pun mengakuinya.
"Kamu berangkat ke Butik?" tanya Tanisha yang sudah masuk ke dalam kamar Tiffani.
Tiffani yang sedang memasukan lipstik, bedak dan ponsel ke dalam tas pun menoleh ke arah Tanisha.
"Iya, Ma."
"Jam 12 kamu jemput Icha di sekolah lalu datang ke kantor papa."
"Memangnya ada acara apa?" tanya Tiffani.
Sejujurnya Tiffani tidak mengetahui apa alasan Tanisha menyuruh dirinya untuk datang ke kantor Genta walaupun mengajak Larisa. Karena jika ingin makan bersama di kantor Genta, Tanisha tidak selalu mengajak Tiffani atau bahkan memberitau kepada perempuan itu.
"Hanya makan bersama saja. Papa merindukanmu," ujar Tanisha.
"Baiklah," jawab Tiffani.
Walaupun Tiffani sedikit heran dengan alasan Tanisha. Perempuan itu tetap menyetujui. Genta merindukannya? Bukankah mereka semua akan bertemu di meja makan dan melakukan sarapan bersama? Ah entah lah. Seharusnya Tiffani senang bukannya bertanya-tanya.
Tanisha sudah turun. Tiffani segera menyusul, ia tidak ingin semua orang menunggu dirinya apalagi Genta dan Larisa yang tidak boleh terlambat.
"Selamat pagi," sapa Tiffani.
"Pagi Tiffa," ujar Genta sambil tersenyum ke arahnya lalu di ikuti oleh Tanisha dan Larisa yang membalas sapaan Tiffani.
"Sebelum makan aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu," ujar Tanisha kepada Tiffani.
"Kenapa?" tanya Tiffani.
Tanisha memberikan satu piring terhadap Genta terlebih dahulu. Tak lupa menuangkan sebuah air putih. Tiffani masih menunggu Tanisha. Tidak mungkin Tiffani mendahului Tanisha yang pasti akan mengambilkan makanan untuk Larisa.
"Apa betul kamu sudah bertemu dengan Riza?" tanya Tanisha.
Mendengar pertanyaan itu. Larisa tersedak, Tiffani dengan sigap langsung menuangkan air putih dan memberikan kepada adiknya. Tiffani bisa menebak jika Larisa lah yang bercerita kepada Tanisha karena perempuan itu langsung menunduk takut.
"Betul," jawab Tiffani singkat.
"Setelah bertemu Riza, ada rencana untuk menikah di otakmu?" tanya Tanisha.
"Tiffani, kapan-kapan ajak Riza datang ke rumah," ujar Genta.
Tiffani mengangguk untuk menanggapi perkataan Genta. Sebenarnya Tanisha itu sangat menginginkan Tiffani segera menikah. Namun, Tiffani masih saja mempertahankan status jomlo nya walaupun banyak sekali laki-laki yang mendekati perempuan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
YOUNG DESIGNER
Novela Juvenil[DILARANG PLAGIAT] Tiffani Prasasti, perempuan berusia 23 tahun yang berprofesi sebagai Designer. Di usianya yang sekarang, Tiffani selalu ditagih pertanyaan orang tuanya 'Kapan menikah?' Bagaimana bisa menikah kalau dirinya saja belum menemukan la...
