SELAMAT MEMBACA^-^
****
Insiden kemarin membuat Tiffani merasa tidak enak dengan Neon karena telah merepotkan laki-laki itu. Neon harus mengantarkan Tiffani ke hotel dan pergi menuju Butik karena mobil Neon masih berada di sana.
Sekarang Tiffani sudah merasa baikan setelah meminum obat yang diberikan oleh dokter. Seperti yang Tiffani duga, dokter mengatakan kalau Tiffani tidak boleh terlalu lelah jika sedang bekerja.
"Apakah kalian sudah sarapan?" tanya Tiffani kepada Vega, Tari dan Yuli.
Lulu dan Ummu memang belum terlihat di Butik. Mungkin mereka berdua masih dalam perjalanan. Tiga hari disini membuat Tiffani mengerti cara kerja mereka berlima. Tidak ada yang buruk, semuanya memperlakukan pelanggan dengan baik dan juga gesit.
"Belum Bu," jawab Vega dan yang lainnya seperti menyetujui ucapan Vega.
"Jika begitu kalian pesen makanan di Cafe itu, nanti kita makan bersama," ujar Tiffani.
Jujur saja ia memang belum sarapan. Daripada makan sendirian lebih baik ia menawari karyawannya yang kebetukan belum sarapan.
"Pesen makanan apa, Bu?" tanya Tari.
"Terserah, yang penting isinya banyak karena saya sedang merasa lapar. Ini duitnya, tetapi jika kalian memesan menu yang lain tidak apa-apa," ujar Tiffani.
Yang akan memesan makanan Vega dan Tari. Tidak mungkin mereka bertiga memesan makanan semua dan meninggalkan Tiffani sendirian di Butik. Yuli masih berdiri di samping Bos nya yang sedang duduk di sofa.
"Kamu tidak pegal, Yuli?" tanya Tiffani.
Yuli menggeleng. "Tidak, Bu."
"Duduk lah, ini belum waktunya jam kerja. Jadi santai saja dengan saya," ujar Tiffani.
Tiffani harus berkata seperti itu kepada Yuli karena perempuan itu terlihat takut kepadanya. Saat Yuli duduk pun perempuan itu masih dalam posisi tegap dan tersenyum kepadanya yang membuat Tiffani melirik dan tertawa kecil.
"Bu, saya boleh menanyakan sesuatu?" tanya Yuli.
"Tentu, apa itu?" tanya Tiffani. Ia meletakan ponselnya di meja dan menatap Yuli.
"Apakah Bu Tiffani blasteran orang luar negeri? Wajah Ibu sangat cantik."
"Tidak, orang tuaku asli Indonesia," jawab Tiffani.
"Oh begitu," ujar Yuli sambil tersenyum. Mengapa ia bertanya seperti itu? Karena hidung mancung Tiffani yang tidak meyakinkan dirinya jika perempuan itu bukan dari keturunan luar negeri.
Tidak lama kemudian. Vega dan Tari datang membawakan makanan yang begitu banyak. Sebelum itu, Tari pergi ke dapur untuk mengambil piring dan alat makan lainnya.
Ummu dan Lulu belum sampai ke Butik. Entah lah Tiffani rasa mereka akan telat.
"Ini untuk Bu Tiffani, minumnya saya lupa tanya tadi, Bu. Sehingga saya pesankan jus mangga saja," ujar Vega.
"Ya, terimakasih," ujar Tiffani.
"Selamat makan," ujar Tiffani lagi.
Ketiganya agak terkejut karena Tiffani memperlakukan mereka seperti temannya sendiri. Bahkan Winda tidak pernah seperti itu kepada mereka. Perempuan itu selalu makan di ruangannya. Tiffani adalah Bos yang selalu di inginkan setiap karyawannya.
Risna juga pernah ingin mempunyai kakak perempuan karena melihat interaksi antara Larisa dan Tiffani di Butik. Tiffani begitu menyayangi adiknya bahkan pernah membuatkan gaun pesta untuk adiknya saat itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
YOUNG DESIGNER
Roman pour Adolescents[DILARANG PLAGIAT] Tiffani Prasasti, perempuan berusia 23 tahun yang berprofesi sebagai Designer. Di usianya yang sekarang, Tiffani selalu ditagih pertanyaan orang tuanya 'Kapan menikah?' Bagaimana bisa menikah kalau dirinya saja belum menemukan la...
