39. Suami Dan Istri

1K 63 11
                                        

HAPPY READING. JANGAN LUPA PENCET TOMBOL VOTE ^-^

****

Rasanya hati Tiffani lega dan bahagia. Tanisha memperlakukannya dengan baik dan seperti ibu kepada anak pada umumnya. Tanpa membeda-bedakan Tiffani dan Larisa, Tanisha bahkan memuji kinerja Tiffani di Butik supaya Larisa mendapatkan motivasi untuk belajar dan sukses kedepannya.

Saat di meja makan pun tidak ada pertengkaran di antara keduanya. Bahkan Genta sempat aneh karena melihat interaksi Tanisha dan Tiffani yang sangat akrab itu. Bertukar cerita sampai bercanda ria di meja makan adalah hal yang sangat Tiffani inginkan bersama keluarga.

Tanisha juga tidak membahas soal pernikahan. Suatu kebahagiaan untuk Tiffani karena terhindar dari pertanyaan tersebut. Larisa sudah naik ke kelas 8 dan artinya Butik Tiffani akan ramai di kunjungi beberapa siswa atau siswi yang ingin menjahitkan seragam.

Entah mengapa mereka akan mempercayakan seragam anak mereka di Butik Tiffani. Padahal ada penjahit khusus untuk membuat seragam. Daripada Butik Tiffani yang selalu ramai pesanan dan ada kemungkinan seragam tersebut akan lama.

Drrtt drrtt.

"Hallo?" ujar Tiffani.

'Kamu sedang apa?'

"Sedang membersihkan wajah," jawab Tiffani.

Entah mengapa Tiffani memilih mandi saat hari sudah malam. Padahal ia bisa saja mandi di sore hari karena ia telah kembali ke rumah lebih awal daripada biasanya. Entah karena sudah kebiasaan atau memang Tiffani yang mengulur waktu.

'Tidak perlu di bersihkan terus-menerus kamu juga sudah cantik.'

"Tetap saja aku harus merawat wajahku," ujar Tiffani.

Riza dan Tiffani sedang melakukan panggilan video. Riza memandang Tiffani yang sibuk membersihkan wajahnya. Walaupun Tiffani tidak memakai make up dan mata pandanya sangat terlihat, perempuan itu tetap cantik di mata Riza.

'Besok aku akan meeting dengan klien dari Singapura, do'akan semoga lancar.'

"Aamiin. Aku selalu mendo'akan yang terbaik untukmu," ujar Tiffani.

'Ya bagus lah, do'a istri memang sangat di butuhkan seorang suami,' ujar Riza.

Jika sedang bersama Tiffani. Riza bisa disebut buaya atau laki-laki penuh gombal yang bisa saja membuat Tiffani ilfeel. Tetapi jika bersama perempuan lain bahkan teman-temannya, Riza adalah laki-laki yang tidak terlalu perduli dan dingin.

"Kenapa kamu belum tidur?" tanya Tiffani sambil mengalihkan pembicaraan.

'Belum mengantuk, jam masih menunjukan pukul 8 malam.'

Tiffani menepuk jidatnya. "Ya ampun!"

'Kenapa?' tanya Riza.

"Sebentar, ya. Aku ingin memberikan pesan untuk Risna," ujar Tiffani.

Riza mengangguk. Ia sudah mengerti Risna adalah karyawan yang paling di percayai oleh Tiffani karena perempuan itu sempat menceritakan kepada dirinya.

Sebenarnya ada perasaan yang mengganjal di hati Riza. Ia ingin menceritakan sesuatu kepada Tiffani. Tetapi ia masih takut jika nantinya Tiffani akan marah kepadanya. Sepertinya Riza harus mencari waktu yang tepat untuk bercerita dan harus bertatap wajah langsung.

"Kamu meeting di kantor atau di mana?" tanya Tiffani.

Biasanya Naomi menceritakan acara meetingnya tidak selalu di kantor. Naomi sering kali mengajak sekertarisnya untuk menemui klien di sebuah Cafe. Tiffani dan teman-temannya memang sering kali bertukar pengalaman dalam pekerjaan mereka masing-masing.

YOUNG DESIGNERCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang