26. Kencan Di Ranjang

1.2K 51 3
                                        

Selamat Membaca^-^

****

Kemarin Jessica tidak pulang dan memilih menginap di rumah Tiffani. Di sana Jessica di perlakukan dengan baik oleh keluarga Tiffani karena Jessica adalah teman anaknya sejak SMA. Sekarang mereka berdua sedang berada di kamar dan bersiap-siap untuk bekerja.

Sebenarnya Jessica masih ingin libur bekerja dan menemani Tiffani di Butik. Namun, jadwal pemotretan yang di kirimkan oleh Manager Jessica tidak bisa di tunda. Kemarin sebelum mereka tidur, masing-masing menceritakan keluh kesah hari itu. Jessica yang bercerita tentang Virly dengan menggebu-gebu dan juga Tiffani yang menceritakan Riza dengan perasaan malu.

Larisa yang ingin bergabung ke kamar kakaknya pun mengurungkan niat karena tidak ingin mengganggu kebersamaan keduanya. Walaupun Tiffani dan Jessica pasti tidak mempermasalahkan jika Larisa bergabung. Toh itu adik Tiffani sendiri bukan orang lain.

"Bajumu sangat pas di badanku," ujar Jessica.

Jessica memang meminjam baju Tiffani karena ia tidak membawa baju. Karena saat menginap pun Jessica tidak mempunyai niat.

"Karena tubuh kita tidak berbeda jauh," jawab Tiffani yang di angguki oleh Jessica.

Walaupun Jessica adalah seorang model yang tinggi, Tiffani juga tidak kalah tinggi dengan perempuan itu. Di antara Jessica, Belle, Virly, Tiffani dan Naomi yang paling pendek adalah Naomi. Namun, jaraknya tidak terlalu jauh.

"Maafkan aku yang telah merepotkanmu, Tiffa."

"Justru aku yang merepotkanmu, Jes," ujar Tiffani sambil menoleh ke arah Jessica yang sedang duduk di kasur.

"Tidak, kamu mau aku antar ke Butik?" tanya Jessica sambil membenarkan rambutnya.

"Tidak perlu, Jes. Aku akan membawa mobil sendiri," ujar Tiffani.

Setelah percakapan itu mereka berdua terdiam dan fokus dengan riasan masing-masing. Tiffani yang sedang membuat alis dan Jessica yang fokus mengeringkan rambutnya.

"Sepertinya aku melupakan sesuatu," ujar Tiffani. 

"Kenapa Tiffani?"

"Kita belum memberitau kepada Belle bahwa Feri akan segera menikah," jawab Tiffani.

Jessica mengangguk. "Walaupun kita memberitau Belle, pasti dia tidak akan datang karena acara dadakan ini."

Namun, Tiffani tetap mengirimi Belle pesan. Biar bagaimana pun Belle pernah berteman baik dengan Feri ketika masa SMA. Mungkin saja nanti mereka akan melakukan video call saat menghadiri acara pernikahan Feri dan Calista supaya Belle dapat melihat.

* * *

Sekarang Tiffani sudah berada di Butiknya. Seperti biasanya Butik selalu ramai pengunjung dan beberapa orang ada yang memesan gaun pernikahan, atau sekedar baju untuk keluarga. Ada yang membuat Tiffani tertarik. Ada seorang guru TK yang meminta Butik Applause membuatkan baju olahraga untuk muridnya yang berjumlah 20 orang.

Rasanya Tiffani ingin datang ke TK tersebut untuk mengukur badan anak kecil. Namun, Tiffani tidak bisa karena ia harus menggambar baju-baju pernikahan untuk stok mereka yang harus terlihat unik. Akhir-akhir ini gaun pernikahan sangat laris di beli oleh beberapa salon atau orang yang ingin menikah.

"Agatha dan Lita, kalian berdua bisa berkunjung ke TK ini? Mengukur badan anak kecil yang akan di buatkan baju olahraga," ujar Tiffani sambil menunjuk alamat TK yang sudah di catat oleh dirinya.

Agatha mengangguk. "Bisa, Bu."

"Nanti kalian meminta izin terlebih dahulu kepada Bu Ana."

"Baik Bu Tiffani, kami pamit," ujar Agatha dan Lita.

YOUNG DESIGNERCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang