Selamat Membaca^-^
****
"Hello girls!"
Ke empat orang yang sedang duduk bersantai itu langsung menoleh. Tiffani, Jessica, Naomi dan Virly sudah berbincang-bincang cukup lama sampai mereka memesan makanan terlebih dahulu. Sebenarnya tadi ke empatnya ingin menunggu kedatangan gadis berwajah blasteran Indonesia-Amerika itu. Namanya Belle, sekarang gadis itu sedang menetap di negara Paman Sam.
"Oh hai Bellahan jiwaku!" sahut Jessica.
Tiffani menepuk kursi yang berada di sampingnya mengetahui Belle tidak akan duduk kalau tidak suruh. Setelah melihat kode tangan dari Tiffani, gadis itu duduk dengan anggun sambil meletakan tas branded miliknya.
"Panggilan itu sangat kuno Jes!" sungut Belle.
Jessica hanya tertawa mendengar protesan Belle. Disini ada Naomi yang terkadang menyimak pembicaraan mereka, gadis itu akan menimbrung jika pembahasanya sudah berat.
Namun, Tiffani rasa obrolan teman yang sudah lama tidak bertemu seharusnya jangan dulu membahas bisnis mereka masing-masing. Jauh lebih menyenangkan mengingat kenangan mereka dahulu dan tertawa bersama. Dan hal itu tidak berlaku untuk Naomi.
"Sudah lama kita tidak berkumpul dengan lengkap seperti ini," ungkap Virly.
Jessica mengangguk. "Belle kamu yang sering absen! Aku pastikan kamu tidak lulus menjadi sahabat kita lagi."
"Bu Jessica apa tidak ada toleransi untukku? Bahkan kamu mengetahui jarak dari Amerika ke Indonesia itu tidak dekat," balas Belle dengan sinis.
Tiffani tersenyum tipis. "Kalian tidak pernah berubah."
"Aku berubah Tiffa, apa kamu tidak lihat wajahku ini bertambah cantik?" ujar Jessica.
"Terlalu percaya diri, cantikan juga aku," sahut Belle lagi.
"Tidak usah berebut siapa yang paling cantik. Kita semua tau yang paling cantik disini adalah Tiffani," ucap Naomi.
Jessica, Belle dan Virly menyetujui ucapan Naomi karena memang benar adanya. Walaupun Belle terlahir blasteran dan wajahnya ke bule-bulean, aura menawan dan elegan Tiffani masih terpancar daripada ke empatnya.
Naomi tidak suka dalam situasi begini. Ketika ia berbicara mereka semua akan diam. Lalu untuk apa ia ada disini hanya untuk menjadi penonton ketika mereka semua sedang mengobrol?
"Ah kamu terlalu memujiku Naomi," balas Tiffani.
"Naomi berbicara fakta Tiffa," ujar Belle.
Virly menepuk jidatanya. Ia baru mengingat kalau Belle belum memesan apapun. Virly langsung memanggil pelayan dan memberikan buku menu kepada Belle.
"Sepertinya aku pernah mendengar kalau kamu membeli Villa di Lombok, Naomi?"
"Ya, tau darimana?" tanya Naomi.
"Aku lupa soal itu," jawab Virly.
Tiba-tiba saja Belle menjentikan jarinya. Rupanya perempuan blasteran tersebut mempunyai ide yang terlintas di otaknya. Kali ini Jessica tidak akan mengganggu Belle. Mungkin saja ide tersebut bagus.
"Bagaimana kalau kita liburan ke Lombok dan menginap di Villa mu Naomi?" tanya Belle.
Naomi mengangguk. "Aku iya, tidak tahu pendapat yang lain."
Jessica, Virly dan Tiffani masih diam. Mereka sedang mengecek pekerjaan apa bisa ditinggal atau tidak. Jessica adalah model yang terkadang ada pemotretan mendadak.
KAMU SEDANG MEMBACA
YOUNG DESIGNER
Novela Juvenil[DILARANG PLAGIAT] Tiffani Prasasti, perempuan berusia 23 tahun yang berprofesi sebagai Designer. Di usianya yang sekarang, Tiffani selalu ditagih pertanyaan orang tuanya 'Kapan menikah?' Bagaimana bisa menikah kalau dirinya saja belum menemukan la...
