Lentera dipinggir tembok sudah semakin redup
Kamu cemberut
Padahal
Harusnya aku yang merajuk
Sebab setiap katamu aku menurut
Api di pojok pagar sudah hilang
Kamu tak juga pulang
Aku lupa
Hanya ada aku seorang
Tak ada siapapun yang pernah datang
KAMU SEDANG MEMBACA
SUDUT RUANG RINDU
PoetrySerupa sajak untuk meninggalkan jejak Serupa isi hati yang sepi tak ditinggali Di pojok ruang rindu yang sunyi, aku mencerna setiap hadir yang selanjutnya digantikan oleh pergi. Sudut Ruang Rindu itu, tak pernah sesak terisi.
