Sekarang aku sedang duduk, berhimpitan dengan orang asing
Aku yakin kami tak saling mengenal satu sama lain
Kanan kiri ku, mereka aku tak tahu
Mereka asyik saling bercengkerama, seakan saudara yang sudah lama tak jumpa
Berbagi cerita, keluh kesahnya bahkan keluarga mereka kabarkan juga
Aku masih duduk diantara orang asing,
Didalam bus merah yang lamban membelah jalan
Hamparan hijau beradu dengan jingga senja
Aku diam, hanya mataku saja yang berkeliaran
Hanya telingaku saja yang senantiasa ikut mendengarkan
Hanya kepalaku saja yang ikut asik mencerna setiap ucapan
Aku hampir sampai,
Dan aku baru menyadarinya
Bahwa kamu yang aku rindukan tak lebih dari orang asing
KAMU SEDANG MEMBACA
SUDUT RUANG RINDU
PuisiSerupa sajak untuk meninggalkan jejak Serupa isi hati yang sepi tak ditinggali Di pojok ruang rindu yang sunyi, aku mencerna setiap hadir yang selanjutnya digantikan oleh pergi. Sudut Ruang Rindu itu, tak pernah sesak terisi.
