Mengapa kau harus menatapku seperti itu ?
Bukankah kasihmu ada didepan matamu, nyata tepat di sana.
Kasih yang kau tunggu tunggu
Meski pada nyatanya aku ragu akan kasihnya padamu
Jangan menatapku seperti itu
Tidak kah kau tau, aku bisa saja terjatuh karenanya
Tatap saja dia yang katanya kau cinta
Meski kenyataannya aku ragu akan perasaannya
Kau tau, kau tau itu kan ?
Kembang api, pesta meriah terselenggara dalam hati
Kala tatapan teduhmu tepat sampai pada netraku
Meski aku juga ragu, apa maksudmu menatapku
Pintu-pintu rindu lepas kunci
Sebab dibuka oleh senyum menawan hati
Jendela jendela menampakan siluet cinta
Cinta ? Dari siapa untuk siapa.
KAMU SEDANG MEMBACA
SUDUT RUANG RINDU
PoesiaSerupa sajak untuk meninggalkan jejak Serupa isi hati yang sepi tak ditinggali Di pojok ruang rindu yang sunyi, aku mencerna setiap hadir yang selanjutnya digantikan oleh pergi. Sudut Ruang Rindu itu, tak pernah sesak terisi.
