Happy Reading :)
Jangan lupa Vote!
Kritik dan Saran dipersilahkan :)
–––🌹🌹🌹–––
"Baju, make up, buku. Hmm.. Kayanya sudah semua."
Hari ini Kia dan Tsaqib tengah prepare untuk kepindahan mereka ke Cirebon. Seperti mengabsen satu persatu nama siswa, Kia menceklis setiap bawaannya yang sudah disiapkan.
"Sudah siap?"
"Alhamdulillah sudah, Kak."
Yap. Setelah semalaman bertarung dengan pikirannya untuk menyematkan nama panggilan yang cocok untuk suaminya, Kia memutuskan untuk memanggil Tsaqib dengan kakak saja.
Usia mereka terpaut tidak terlalu jauh, hanya delapan tahun, dan karena keinginan Kia yang menginginkan seorang kakak membuat dia memutuskan demikian.
"Ayoo, kita berangkat!"
Kia mematuhi ucapan suaminya. Tsaqib menyeret koper yang akan dibawa Kia dan menuju ruang tamu lebih dulu untuk berpamitan.
Sedang di ruang bawah, ayah dan bunda mertuanya sudah menunggu.
"Ayah, bunda, Kia pamit yaa. Bunda sering- sering telpon Kia, okeee?"
"Iyaa, Ki. Kamu juga ati- ati. Yang nurut sama suami, sama mertuamu juga, jangan manja. Kamu sudah jadi istri sekarang," nasehat bundanya.
"InsyaaAllah Bunda, Kia bakal nurut sama nasehat Bunda," sekali lagi Kia memeluk bundanya. Masih sedikit berat hatinya untuk berpindah.
Di samping bunda dan Kia, Tsaqib juga mendapat wejangan dari ayah mertuanya. "Ayah percaya, kamu bisa menjaga putri ayah satu- satunya,"
"InsyaaAllah yah."
Kia dan Tsaqib menaiki mobil yang akan membawa mereka ke Cirebon.
"Dadah Ayah, Bundaa..Assalamu'alaikum,"
"Wa 'alaikumussalaam," jawab orang tua Kia dan membalas lambaian tangan putrinya.
Mobil itu pun mulai melaju meninggalkan pekarangan rumah keluarganya.
---🌹🌹🌹---
Sepanjang perjalanan menuju Cirebon, Kia menghabiskan waktunya dengan membaca novel yang sengaja ia bawa. Dia sudah mengantisipasi agar dirinya tidak bosan. Terlebih, Kia juga masih canggung saat berada di dekat Gus Tsaqib meskipun dia sudah menjadi istrinya.
Cukup lama Kia larut dalam aksara-aksara sebuah kisah cinta sampai, dia merasa bosan. Dia ingin mendengarkan musik tapi, dia merasa tak enak mau meminta pada suaminya yang fokus menyetir.
"Kalau ngantuk, tidur aja Ki. Cirebon masih jauh," ucap Tsaqib sembari mengelus puncak kepala Kia yang terbalut pashmina.
Kia menoleh. Dia terkejut karena elusan suaminya. Jantungnya bertalu- talu tak karuan.
Kia diam tidak menjawab ucapan suaminya karena terlalu grogi dan membuat dia salah tingkah.
Suasana mendadak hening. Kia memilih diam dan akhirnya terlelap.
Tsaqib mengulas senyum tipisnya. Menurutnya Kia sangat menggemaskan dan menjadi hobinya membuat sang istri salah tingkah.
Dalam perjalanan, Tsaqib merasakan kebahagiaan yang lama tidak dirasakannya setelah kejadian itu. Cinta. Ya, dia mencintai seorang gadis biasa yang sekarang menjadi istrinya, Adzkia Samha Saufa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amor
Teen FictionBukan tentang memiliki atau dimiliki. Tapi, tentang ketetapan hati. ⚠ PLAGIAT GAUSAH MAMPIR! Highest Rank : 2 Kia ---- 12/ 06/ 2022 2 Ning -- 22/ 11/ 2022 1 Ning -- 26/ 11/ 2022 6 Poligami -- 02/ 12/ 2022 4 Poligami -- 05/ 12/ 2022 3 Poligami -- 06...
