Happy Reading :)
Jangan lupa Vote dan Komen.
Kritik dan Saran dipersilahkan :)
*****
Mengikuti adat jawa, saat kehamilan masuk usia tujuh bulan, maka akan diadakan acara mitoni untuk perempuan yang sedang mengandung.
Mitoni dilakukan bertujuan untuk mendoakan kelancaran dan keselamatan ibu dan cabang bayi yang dikandung.
Tidak sedikit tamu yang menghadiri acara ini. Mengingat Kyai Musthofa merupakan salah satu tokoh agama yang masyhur, maka tak heran jika para tamu yang hadir juga dari kalangan tokoh agama juga. Termasuk besannya, kedua orang tua Ning Zira.
Hari ini semua santri dan asatidz sangat sibuk turut serta membantu mensukseskan acara Ning Zira. Ada yang bekerja di dapur untuk menyiapkan makanan, ada yang menyambut tamu, dan lain sebagainya.
Lain halnya dengan Kia, ditengah keramaian dan hiruk pikuk kesibukan semua orang, Kia justru merasa sendiri. Raga nya memang berada di keramaian tapi, jiwanya jauh di seberang. Dia rindu orang tuanya tapi, sangat tidak mungkin orang tuanya berada di acara ini.
Tok tok tok
"Masuk."
Pintu yang tak terkunci itu dibuka. "Ning Kia, acara sudah mau dimulai, Ning Kia ditunggu dibawah," ucap Syila yang menjemput Kia.
"Apa jika aku tidak hadir di acara ini acaranya tidak akan berjalan?" tanyanya tanpa menoleh pada Syila.
Tidak mendapat jawaban dari Syila, Kia menoleh, mendapati Syila yang tertunduk. "Pergilah, sebentar lagi aku akan turun," ucapnya pelan.
Syila mengangguk mengerti. Dia menuruti permintaan Kia.
Kia tidak bisa egois, meskipun ada atau tidak, dia harus tetap menghadiri acara mitoni untuk Ning Zira. Bagaimanapun dia harus menghormati acara ini karena mertuanya.
Berulang kali dia menghembuskan napas berat untuk mengatur perasaannya yang sesak. Kata-kata ajaib terus dia bisikkan pada diri sendiri. Dia meyakinkan dirinya jika semua akan baik-baik saja.
*****
Berbeda dengan Kia, di kamar seberang tepatnya dikamar Ning Zira. Dia terlihat begitu anggun dengan abaya dan pasmina putihnya. Tak lupa, cadar juga melekat indah di wajahnya. Senyum tidak pernah luntur di wajahnya.
"Lihat Nak, semua orang hadir buat mendoakan kamu, kamu tumbuh sehat ya," monolognya sendiri pada calon sang buah hati.
"Kamu tau, Umma bahagia, Abi semakin perhatian sama Umma dan kamu, kamu pasti juga ngerasain kan, sayang?"
Satu tendangan kecil dirasakan Ning Zira dari perutnya hingga dia sedikit meringis kaget. Anaknya merespon ucapannya dengan baik, "MaasyaaAllah, anak Umma udah nendang," monolognya lagi.
Tok tok tok
"Iya, masuk aja,"
Setelah mendapat sahutan dari Zira, Syila yang sehabis dari kamar Kia, langsung masuk ke kamar Ning Zira.
"Maaf Ning, Ning Zira sudah ditunggu Abah sama Ummi dibawah," ucapnya sopan.
"Iya Mbak, saya akan turun,"
Usai memastikan penampilannya, Ning Zira segera turun untuk melakukan serangkaian acara. Saat keluar, tidak sengaja dia berpapasan dengan Kia yang baru saja keluar dari dalam kamarnya juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amor
Novela JuvenilBukan tentang memiliki atau dimiliki. Tapi, tentang ketetapan hati. ⚠ PLAGIAT GAUSAH MAMPIR! Highest Rank : 2 Kia ---- 12/ 06/ 2022 2 Ning -- 22/ 11/ 2022 1 Ning -- 26/ 11/ 2022 6 Poligami -- 02/ 12/ 2022 4 Poligami -- 05/ 12/ 2022 3 Poligami -- 06...
