Happy Reading :)
Jangan lupa Vote dan Komen.
Kritik dan Saran dipersilahkan.
*****
Dalam setiap kehidupan, tidak akan mungkin bersama dengan orang yang sama dalam setiap part-nya. Saat ini, cerita tentang hidupnya sudah selesai.
Kenangan indah selama 2 tahun telah usai, dia tidak akan pernah melupakannya. Dia akan menyimpan memori itu dalam setiap napasnya.
Matanya menyusuri setiap sudut ndalemnya. Bayangan gelak tawanya dan Tsaqib masih bisa ia rasa.
"Kia yakin, Kakak bisa melupakan Kia juga," lirihnya mengusap pelan pigura pernikahannya.
Satu koper berisi pakaian sudah tertata rapi dan siap untuk dibawa. Kia tidak membawa apapun kecuali pakaian, handphone dan ATM nya sendiri. ATM yang diberi Tsaqib ia tinggalkan.
Secepatnya Kia pergi meninggalkan ndalem yang selama ini di tempatinya.
Sepanjang jalan keluar, tak sedikit santri yang mencibirnya dan tak sedikit yang merasa iba, salah satunya tim redaksi. Mereka sedih melihat Kia pergi.
"Ning, tolong jangan pergi, tim kita ga ada yang bimbing," mohon Syila.
"Maaf Syil, aku harus pergi. Kalian harus jadi tim yang solid. Kalian pasti bisa," pesan Kia pada tim redaksi pondok.
Tin tin
Klakson suara taksi memisahkan mereka. Kia segera memasukinya. Dia tidak ingin diantar mobil milik pondok. Dia lebih memilih memesan taksi online. Tujuannya sekarang hanya pergi tapi, dia tidak akan pergi kerumah kedua orang tuanya. Dia yakin mereka pasti akan sangat marah.
Sepanjang perjalanan, Kia hanya diam. Air matanya sudah berhenti mengalir. Bayangan bentakan Tsaqib masih berkelebat hangat diingatan nya.
*****
Dilain tempat, tepatnya di rumah sakit, Tsaqib berharap-harap cemas dengan keadaan Ning Zira. Sedari tadi dokter masih berjuang di dalam ruang operasi. Ning Zira harus menjalani operasi caesar.
"Kia mau apa, nak?" tanya Kyai Musthofa.
Tsaqib menggeleng, "Pergi,"
"Sabar nak, semua ujian dari Allah. Serahkan semuanya sama Allah. Jangan gegabah mengambil keputusan. Lebih-lebih saat kamu dalam keadaan marah. Abah ndak mau kamu menyesal karena keputusanmu," tutur Abahnya.
Tsaqib dilema. Dilain sisi dia mengkhawatirkan keadaan Ning Zira dan calon buah hatinya sedangkan, dirinya juga ingin mengejar Kia.
"Sudah, daripada kamu sumpek, mending sholat dzuhur, terus wiridan, minta sama Allah," saran Abahnya, lagi.
Tsaqib menuruti perintah Abah nya. Dia harus menenangkan pikirannya. Dia yakin Allah tidak akan pernah memberikan ujian tanpa jalan keluar.
Tsaqib menuju musholla rumah sakit. Dia melakukan kewajibannya. Dia sholat dzuhur, berdoa meminta kemudahan untuk semua cobaan yang dihadapi. Usai sholat dia tidak langsung beranjak, dia membaca beberapa wirid seperti biasanya. Tasbih ditangannya tidak berhenti bergulir barang sedetik saja.
*****
"Neng, sudah sampai."
Instruksi sopir taksi menyentak Kia dari lamunannya. Dia membayar ongkos yang sudah dikalkulasi sesuai dengan jarak yang di tempuh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amor
Novela JuvenilBukan tentang memiliki atau dimiliki. Tapi, tentang ketetapan hati. ⚠ PLAGIAT GAUSAH MAMPIR! Highest Rank : 2 Kia ---- 12/ 06/ 2022 2 Ning -- 22/ 11/ 2022 1 Ning -- 26/ 11/ 2022 6 Poligami -- 02/ 12/ 2022 4 Poligami -- 05/ 12/ 2022 3 Poligami -- 06...
