Part 29: Memilih Hidup Tenang

3.2K 362 14
                                    

***

Hai... Terima kasih sudah membaca SUAMI SUPERIOR. Beberapa part dari cerita ini saya hapus, karena editing dan pindah ke rumah. Bagi kawan-kawan yang tertarik untuk membacanya bisa langsung ke:

 Bagi kawan-kawan yang tertarik untuk membacanya bisa langsung ke:

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

https://kbm.id/book/detail/ba837c36-72aa-4db1-ac02-a069cc59c54e

Regards,

Ms. Ersula

***

Setelah meninggalnya pak Toni. Pak Lui masih sering main kemari. Dia malah terlihat seperti ayahnya Mala, terkadang terlihat protektif. Mala tahu, Pak Lui melakukannya karena tahu, dia sendirian.

"... Tuan Hydan akan pulang akhir bulan." Tiba-tiba Lui mengucapkan nama Hydan.

Mala sedikit terkejut Lui menyebut nama itu, tapi dia bersikap biasa saja.

"Apa ada pekerjaan di Pasupati lagi?" tanya Mala.

"Ada urusan audit." Lui menatap Mala. Wanita itu tampak biasa saja.

"Kamu menolak bertemu dengannya minggu lalu, apa kali ini kamu akan menolaknya untuk bertemu lagi?" tanya Lui.

Mala berekspresi datar.

" ... Saya sudah merasa nyaman dengan kehidupan sekarang. Hidup dengan konflik itu sangat melelahkan," Mala menjawab dengan senyum simpul.

Lui diam.

Mala memang menolak untuk bertemu Hydan. Dia tampak sudah tidak perduli dengan tuan muda-nya itu. Lui melihat Mala lebih bahagia dengan kesibukannya dan kehidupan sendirinya.

***

Suami Superior Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang