#40 kecelakaan

27 1 0
                                        

"Freya, boleh ngomong sebentar gak?" tanya Jordan kala Freya sedang mengelap meja setelah pengunjung meninggalkan cafe. 

"Tentang apa ya, Kak? Boleh nanti aja nggak, soalnya pesanan lagi numpuk banget." kata Freya masih sibuk sendiri. 

"Sebenarnya sih penting banget, Frey. Atau kalau nanti arusnya udah lumayan lebih tenang, boleh ketemu di belakang cafe sebentar nggak?" tanya Jordan mencoba tenang padahal kakinya sudah bergetar sedari tadi.

"Iya, boleh." jawab Freya. 

Jordan tersenyum lebar. "Biar cepat gue bantu aja kali, ya?" kata Jordan mengambil kain lap dari genggaman tangan Freya. 

"Eh? Yang benar aja, Kak? Tangan bos nggak boleh kotor." kata Freya bercanda. 

"Lo udah lupa? Gue kan bos super baik hati dan tidak sombong. Kesayangan para karyawan, terutama..." Jordan menunjuk Freya yang malah tertawa. 

"Idih, siapa bilang lo adalah bos kesayangan gue?" kata Freya. 

"Karena gue bos pertama lo, the one and only." ucap Jordan menepuk dadanya bangga.

Candaan hangat keduanya sedang diawasi oleh seseorang. Lirikan matanya meneliti pergerakan bibir untuk mengetahui apa yang sedang mereka bicarakan.

"Mau ngapain Bang Jordan ajak Freya ketemuan di belakang?" gumam Saguna tidak suka. 

Ada rasa panas menjalar dari dada hingga ke atas kepalanya. Desiran aneh seperti meremas dadanya kuat. Walau wajah Saguna terlihat datar saja namun banyak sekali yang dirasa dalam satu waktu ketika melihat Freya yang tertawa lepas bersama Jordan. 

Selang satu jam berlalu, arus menjadi lebih sedikit tenang. Pelanggang tetap berdatangan namun tidak seramai sebelumnya. 

Dan seperti yang Jordan katakan. Cowok itu menginginkan Freya untuk menemuinya di belakang cafe. Dan di sini Freya berdiri, menunggu Jordan yang sempat masuk ke dalam kantornya sebentar. 

"Maaf udah buat lo nunggu sendirian." kata Jordan sambil berjalan mendekat. 

"Nggak papa, Kak. Jadi lo mau ngomong apa?" tanya Freya tanpa berbasa-basi. 

Bukannya menjawab, Jordan malah memperdalam tatapanya. Seperti telah tenggelam di dalam pantulan manik indah Freya. 

"Kak?" tangan Freya berdadah ria tepat di depan wajah Jordan. 

Tersadar. "Ng-gue mau nanya, kenapa lo minta jam kerjanya masuk lebih cepat?" kata Jordan.

"Biar bisa pulang lebih cepat juga. Soalnya mau bantu Mamah buat pesanan kue." jawab Freya memberitahu.

"Lo keren banget, Frey. Udah capek sekolah dari pagi dan pulangnya masih harus kerja. Selesai malam tapi masih mau bantu nyokap lo bikin pesanan kue? Gue officially jadi penggemar berat lo." kagum Jordan. 

"Jangan berlebihan deh, Kak. Tapi kalau mau join fanbase gue boleh banget. Kebetulan lagi open new member juga." balas Freya kembali bercanda. 

"Tapi jujur, gue kagum banget sama lo. Karena selain bertanggung jawab, lo juga pekerja keras. Dalam keadaan yang nggak mudah. Lo masih bisa ketawa bahkan nggak mau menunjukkan sisi lemah di depan orang lain." ujar Jordan sungguh. 

"Thanks, Kak." jawab Freya. Melihat wajah serius Jordan yang memujinya barusan membuatnya senang sekali. 

"Gue tau kita sering berpapasan sebelumnya, tapi buat gue pertemuan pertama kita-"

Ucapan Jordan terhenti karena seseorang berjalan tepat di tengah antara Jordan dan Freya yang berdiri berhadapan. 

"Serius? Nggak bisa lewat jalan yang lain?" kata Jordan menatap tidak percaya—Saguna yang berjalan masuk menuju pintu belakang. 

Saguna Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang