00. Prolog

2K 151 2
                                    

Dinginnya malam merasuki pori-pori tubuh. Lampu remang-remang menghiasi jalan setapak yang di kelilingi pohon rindang. Seorang anak yang baru berumur lima tahun dan setinggi 115 sentimeter itu, berjalan sembari sesekali mengusap kelopak matanya. Langkahnya terhenti ketika melihat jalan setapak yang bercabang. Ia pun memeluk erat-erat sebuah boneka kelinci merah muda yang lusuh. Bulu kuduknya berdiri sekarang.

"[Y/n]!" panggil seseorang dengan suara berat. Anak itu sangat mengenal suara itu. Ia pun membalikkan badannya dan berlari memeluk pria yang memanggil dirinya. "Syukurlah kau baik-baik saja, aku takut kau tersesat."

"Papa!" seru [Y/n]. Pria yang tak lain adalah sang papa, memeluk anaknya dengan erat.

"Tuhkan, aku sudah yakin jika anak ini ada di hutan!" omel Ibu [Y/n] kepada suaminya. "Ayo, kau tersesat, kan? Sudah kubilang untuk tidak terlalu senang di hutan, bukan?"

Anak kecil yang hendak menangis itu pun, terkekeh. Ia sekarang sadar betul akan konsekuensi yang akan melanda jika ia tak menuruti ucapan sang ibu. Namun, kalaupun ia tahu konsekuensi tersebut, apakah ke depannya ia akan mendengarkan ucapan sang ibu?

Inilah kisah [Y/n]. Dewi cilik nakal, yang selalu penasaran dengan Dunia Valhalla.

- bersambung -

First Published : Tue, May 31, 2022

✔ Tyrant of the Ocean [ Poseidon X Reader ] || Record of RagnarokTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang