19. Jangarnya Amfitrit

513 72 8
                                    

Desiran pantai berbunyi. Terik matahari, menggosongkan setiap kulit yang mereka temui. Begitu panas, pohon rindang sekalipun, tak mampu membendungnya.

Pada bibir pantai yang menjadi satu-satunya nan berada di Valhalla, menghadirkan seorang wanita bersurai kuning keriting. Pada bagian tengah dadanya, terdapat buah kelapa besar yang ditopang oleh dua pelayan berkepala pelontos yang berada di sisinya.

"Ah, panas sekali!" Aphrodite mendesah usai meminum air kelapa. Salah satu pelayan botak yang menjadi penopang punggungnya, langsung mengeluarkan kipas besar. Ia mengipas-ngipas, agar dewi kesayangannya merasa nyaman. "Tak ada yang menjemputku ke Atlantis? Ke mana Ares?"

Saat Aphrodite menyudahi desahannya, kepakkan sayap berbunyi. Bayangannya menggelapkan sebagian kecil pantai. Dan kepakkan sayapnya, mengirimkan angin yang menyejukkan badan. Pemilik dua sayap dan sebuah busur serta beberapa anak panah itu, menapakkan kakinya di tanah. Ia yang merupakan seorang bayi laki-laki, perlahan berubah bentuk menjadi pria tampan bersurai putih.

 Ia yang merupakan seorang bayi laki-laki, perlahan berubah bentuk menjadi pria tampan bersurai putih

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Eros, https://pin.it/33ZIeUg)

"Sepertinya ayah sedang mencari Kakek Zeus," ujar Dewa Cinta yang tak lain adalah Eros. Ia meraih secarik kertas tebal, yang berada pada tas anak panahnya.

Kertas itu terbuka, Eros membacanya cepat. "Seharusnya kita dijemput oleh Nyonya Amfitrit. Mari kita tunggu lebih lama kehadirannya. Jika Nyonya Hera tak datang, seharusnya kita ada di sana untuk merestui hubungan Tuan Poseidon dan pujaan hatinya. Agar aku bisa membalas kebaikan mereka juga."

***

Sementara itu, di Atlantis. Apa yang diucapkan Poseidon adalah kebenaran. Dan segala sesuatu yang diminta Tiran Lautan, absolut adanya. Seluruhnya haruslah sempurna. Sama seperti apa yang dibayangkan Poseidon.

Jika tidak, jiwa temperamental dewa yang biasa disebut Dewa Neptunus itu akan bangkit dan meraung-raung.

Para pelayan Poseidon, merombak habis-habisan sebuah gedung yang berada tak jauh dari istana penguasa laut. Proteus, sibuk mentitahkan mereka. Wajar saja, dia adalah kepala pelayan. Ialah yang turun tangan bilamana Poseidon tak hadir.

"Ah, Nyonya Amfitrit. Anda sudah menjemput Nyonya Aphrodite dan Tuan Eros?" Proteus basa-basi, kepada Amfitrit yang memegang sebotol minuman berwarna ungu tua. "Oh, minuman itu Kau ambil dari meja itu, ya?"

Tatapan Proteus beralih pada meja panjang berlapis kain sutra. Di sekitar meja tersebut, ada Dewa Anggur dan Dewi Jeruk yang tengah menata botol-botol berisi anggur fermentasi serta berbagai macam jeruk.

Di sisi lain bangunan, terdapat Adamas dan Hermes yang duduk. Dari keluarga Poseidon, selain leluhurnya--Okeanos-- hanya mereka berdualah yang datang. Sementara dari keluarga [Y/n], hampir seluruh warga desanya hadir dan membantu para pelayan Poseidon.

✔ Tyrant of the Ocean [ Poseidon X Reader ] || Record of RagnarokTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang