BONUS PART

14.9K 1.5K 80
                                        

"Kak bikin cerita Faiz dong"
Saya pengen bikin, tapi dilihat dari antusias kalian untuk vote itu kurang, jadi gak saya bikin, masa saya udah nulis cape-cape yang baca sama vote sedikit.

Karna yang vote mengurang dan saya memutuskan buat tamatkan cerita ini, padahal masih banyak yang mau saya ceritakan kesini, tentang satu persatu yang terlibat dicerita ini. Tapi kalian juga gak ada suport untuk saling membantunya.

***

"SAYA MUHAMMAD FAIZAN JAZIB ABQARY, Putra pertama dari Muhammad Al-Fazry selaku Abi dan juga Pemimpin perusahaan ini menyatakan bahwasannya Saya lah yang akan menggantikan posisi beliau"

"Saya mohon kerja samanya dalam mengembangkan kembali perusahaan ini menjadi lebik maju lagi, dan saya pastikan kejadian yang pernah Abi saya lakukan disini tidak akan pernah terulang kembali" tegas Faiz.

Lelaki gagah yang berdiri dihadapan para karyawannya ditemani dengan keluarganya yang senantiasa dibelakang mendukungnya. Banyak sekali kamera yang memfotonya karna wibawa dan ketampanannya.

"Sekian terima kasih" tutup Faiz di sambut sorakan dan tepuk tangan.

Fazry dibelakang tersenyum bangga begitupun juga Umi, diumur yang masih terbilang muda. Faiz sudah mau mengambil keputusan yang lumayan cukup menantang di kehidupannya. Ia memutuskan setelah lulus pondok langsung belajar bagaimana cara mengelola perusahaan yang baik dan benar, sekaligus menjadi Boss yang pantas untuk karyawannya.

Kiya menghampiri Abangnya seraya memberikan bunga untuknya, "Selamat Abang, udah jadi Boss sekarang, jangan lupa uang jajan Kiya tambahin ya" bisik Kiya.

Faiz menyentil dahi Kiya, "Makasih ya adek Abang yang ngeselin. Makannya kerja biar punya uang sendiri"

Kiya menatap sinis kepada Faiz, giliran Ana memberikan bunga kepada anaknya. Faiz menyalimi tangan Uminya seraya memeluk Uminya erat. Hati mungilnya selalu lemah saat berdekatan dengan Uminya, entah mengapa.

"Selamat Abang, terima kasih ya Bang. Ini bunga buat Abang, warna putih cantik, persis seperti Abang yang selalu kasih Umi bunga yang cantik"

"Makasih Umi,makasih sudah bersama Faiz sampai besar sekarang ini. Izinkan  Abang membahagiakan Umi dan Abi" ucap Faiz seraya menggapai tangan Abi disamping Uminya.

"Umi, Abi. Mungkin ini belum ada apa-apanya sama pengorbanan kalian ke Faiz, tapi insyaa Allah ini menjadi sedekah dan pahala untuk Abang."

"Kenapa Bang" tanya Umi memegang bahu anaknya.

"Ini kado untuk Abi sama Umi, maaf kalau bukan barang mewah tapi hanya itu impian Abang sejak dulu"

"Apa ini Bang?" tanya Umi membuka kado pemberian anaknya.

Ana melotot kaget melihatnya begitu juga Fazry menatap kaget bahwasanya ada tulisan yang bertulis bahwa mereka akan pergi umroh.

"Faiz?" tanya Abi membeo.

Faiz mengangguk menahan nangis, keduanya mulai memeluk Faiz sambil menangis setelahnya ia sujud syukur bersama. Banyak orang yang penasaran ada apa sebenarnya.

CEKREK!

CEKREK!

CEKREK!

DIA TAKDIRKU! || TAMATCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang