Kiya menolak untuk diajarkan ngaji oleh Gus Ali, ia malu! Ia mau ngaji kalau dengan pengajar yang lain, bukan Gus Ali, yang ada bukannya lancar ngaji malah gak fokus nantinya.
"Bun, Kiya gak mau diajarin sama Gus Ali ah!"
"Lumayan Kiya, Bunda sama Abi kan udah jarang dirumah gak bisa ngajarin kamu lagi. Abang juga kan sibuk sama pekerjaannya, emang kamu mau nanti gak bisa ngaji lagi?"
"Gak mau"
"Yauda nurut aja, Gus Ali juga ngajar kamu gratis kok. Kan ditemenin sama Mbak-mbak dirumah. Jadi Kiya gak sendiri"
Kiya cemberut kesal, "Abi, emang Abi gak bisa ngajarin Kiya lagi?" tanyanya membujuk.
"Abi bukan gak bisa Kiya, sekarang ini Abi sama Bunda kan lagi urus beberapa bisnis punya Bunda. Jadi gak selalu ada dirumah"
"Tapi Abi, Kiya gak mau sama Gus Ali ah, dia itu ngeselin banget Abi! Kiya darah tinggi terus kalau sama dia"
"Kamu nya aja kali yang berlebihan, Gus Ali baik kok tutur katanya aja lembut banget. Ya kan Mi?"
Ana mengangguk mengiyakan, dengan tangan yang ada dipergelangannya yang akan siap untuk pergi bersama Fazry keluar kota selama beberapa hari ke depan. Mereka sudah titipkan anak-anak kepada pembantu dirumahnya.
"Nanti Gus Ali kesini, tapi katanya bakalan telat si" jelas Ana.
"Kalau bisa sih gak usah dateng" ketus Kiya.
Ia berlalu begitu saja, pergi keruang tamu. "Kalau kamu nurut sama Abi, kamu bebas pake motor Abi, pake jaketnya pun boleh"
Kiya yang tadi cemberut kesal memburu timbullah rasa senang, ia menghampiri Abinya tepat dibelakangnya yang sebentar lagi siap ingin pergi.
"Bener Abi? yauda Kiya mau ngaji sama Gus Ali"
"Giliran gini mau, sama aja kayak Uminya" ucap Fazry pelan tapi terdengar oleh Ana. Ana mencubit pinggang suaminya kesal.
Kiya memeluk Abinya erat, "Makasih Abi, hati-hati ya dijalan" bergantian peluk ke Bundanya.
"Bunda hati-hati ya"
"Iya sayang, Bunda titip di Farid ya. Inget dia ada jadwal les nanti sore, terus jangan lupa perhatiin adeknya jangan ditinggal sembarang, jangan-"
"Iya Bunda, tenang aja. Udah Bunda cepet berangkat, nanti telat loh"
Selesai berpamitan dengan kedua orang tuanya, ia kembali ke kamarnya menunggu waktu jam Ashar tiba. Karna bosan gak ada yang harus dikerjain, dan adeknya masih tidur siang, gak tega untuk membangunkannya. Kiya lebih baik kebagasi rumah, untuk memastikan kunci motor beserta perlengkapan yang lain lengkap.
***
"Non Kiya, ada Gus Ali datang"
Kiya yang ada dibagasi dengan baju yang sudah kotor dan sedikit basah, karna ulahnya membersihkan dan mengotak-atik motor milik Abinya itu sampai tak sadar bahwa dia ada jadwal mengaji.
Kiya menghampiri Gus Ali dengan pakaian yang kumuh seperti gembel. "Kok udah dateng si?!"
"Ya kan emang saya dijadwalinnya sama Umi dan Abi kamu jam segini Kiya"
Sementara pembantu Kiya sedang menyiapkan hidangan makanan dan minuman untuk Gus Ali, dan beberapa meja untuk mereka mengaji bersama.
"Kenapa masih disini? sana siap-siap, ngaji nya mau dimulai" ucap Gus Ali.
"Ah gak mau!"
KAMU SEDANG MEMBACA
DIA TAKDIRKU! || TAMAT
Genel Kurgu⛔️FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MULAI MEMBACA, TERIMA KASIH⛔️ Kisah ini menceritakan tentang, seorang anak SMA yang dijodohkan oleh kedua Orang Tuanya. Mereka menyembunyikan Pernikahannya sampai waktu yang tepat. Zyana Khairunnisa anak tunggal seo...
