BEBERAPA TAHUN KEMUDIAN
Ana menitipkan toko kuenya sebentar kepada anaknya karna dapet kabar dari Asistennya dirumah bahwa ada tamu yang datang entah siapa. Kiya berdua bersama dengan Farid, ia sambil menemani Farid mengerjakan Pr nya itu sambil ia nugas sekolah juga.
"Kak bantuin susah banget"
"Itu gampang banget, aku juga lagi sibuk ngerjain tugas"
Sejak saat Faiz memutuskan untuk masuk pesantren ia makin sering murung merasa kesepian dirumah, sudah jarang ia mendengar ocehan Faiz saat menyuruhnya untuk sholat. Kini sekarang giliran dia yang direpotkan oleh Farid.
"Assalamualaikum" salam seseorang.
Kiya langsung bangkit dari duduknya, "Wa'alaikumussalam, silahkan mau pesan apa?" Tak sekali pun Kiya menatap wajah lelaki itu.
"Pesan kamu boleh gak?"
Kiya mengerutkan dahinya kesal, "Kalau gak jelas mending gak usah pesen! Gak jelas!"
"Ya sudah kalau gitu saya gak jadi pesan"
Kiya tak memperdulikannya ia kembali duduk bersama Farid disampingnya, tetiba Farid melihat siapa pria yang membuat Kakaknya kesal ia memberanikan diri untuk menghampiri pria tersebut.
"Heh! bocil mau kemana? Pr nya belum selesai!"
"Berantem" teriaknya.
"Heh! Abang jelek! berani bikin Kakak Farid marah hah?!" ucapnya tegas dari belakang pria tersebut dengan kedua tangan dipinggulnya.
"Bilang ke Kakak nya jangan marah marah terus dong" ucap pria itu berbalik badan.
"ABANG?!" teriak Farid. Membuat Kiya bergegas menghampirinya sambil berlari.
"Farid kenap-" Kiya mematung melihat keberadaan Faiz disitu.
"ABANGGGGG" manja Kiya memeluk Faiz diikuti dengan Farid yang memeluk kaki Faiz karna kurang tinggi.
"Abang kok disini? emang boleh keluar pesantren?"
"Jadi Abang gak boleh nengok adek adek abang nih?"
"Bukan gitu Abang, kok Abang bisa keluar pesantren, emang gak di omelin sama penjaganya?"
"Abang udah izin ke Bu Nyai, nah Bu Nyai mungkin telfon ke Umi jadi Umi nyuruh Abang buat ke toko aja"
"Ih tapi kan"
"Bikinin Abang minum dong, panas tau diluar"
"Oke tunggu, Farid kamu ambil buku di dalem abis itu minta Abang buat bantu ngerjain" Farid mengangguk mengikuti Kiya dibelakang.
***
Ana yang dirumah masih sibuk dengan urusannya, entah mengapa ia mendapat kabar buruk dari sang suaminya. Ia mendapat kabar buruk bahwa ternyata Perusahaannya abis terkena tipu entah bagaimana itu bisa terjadi.
Fazry menyuruh Ana untuk menjaga rahasia bahwa ia akan pulang tanpa seengetahuan anak-anaknya. Makannya ia meminta Faiz untuk pulang sebentar karna memang ia dekat dengan salah satu anak dari pesantren Faiz.
"Mas, kenapa? kok bisa?"
"Entah Hum, aku juga gak tau, ada kebocoran berkas atau apalah, intinya perusahaan aku sekarang lagi rugi besar Hum" pening Faiz.
Ana beralih kebelakang kursi Fazry untuk memijatkan kepala Fazry mungkin itu bisa menenangkannya, "Rugi berapa?"
"***"
"Oke, besok kerja aja kayak biasa ya. Nanti aku cari-cari bantuan"
"Gausah Hum, nanti biar aku yang akalin aja kayak gimana nantinya. Aku cuma mau laporan aja sama kamu takut nanti aku gimana-gimana kan"
KAMU SEDANG MEMBACA
DIA TAKDIRKU! || TAMAT
Fiction Générale⛔️FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MULAI MEMBACA, TERIMA KASIH⛔️ Kisah ini menceritakan tentang, seorang anak SMA yang dijodohkan oleh kedua Orang Tuanya. Mereka menyembunyikan Pernikahannya sampai waktu yang tepat. Zyana Khairunnisa anak tunggal seo...
