8. The Death

33.8K 2.6K 190
                                        

Perfect Places - Lorde

Briana memejamkan mata.

Duduk bersila di atas karpet berbulu putih kamar kosannya. Hendak melakukan meditasi amatir dengan batu-batu kristal mengelilingi. Pertama, Briana menarik napas panjang, lalu mengeluarkannya perlahan. Berulang kali Briana lakukan dengan harapan mendapat saluran ketenangan dari batu-batu kristal yang ia pegang.

Beberapa orang percaya, Amethyst bisa membuat pikiran tenang serta membantu meredakan migrain. Sedang, Rose Quartz, batu yang identik akan kekuatan mencintai diri dan orang lain itu, bisa membawa kedamaian. Namun, batu yang Briana pegang kali ini, yang paling Briana butuhkan. Black Tourmaline, untuk menghilangkan energi negatif di sekeliling Briana sejak dirinya jadi sering ketemu mantan. Bahkan, bukan hanya sekedar bertemu sekarang, tetapi mereka sudah naik ke atas ranjang.

"HAHHHHH!!" Ingatan itu lagi. Briana lantas membuka mata. Menarik rambutnya frustasi. Bermonolog sendiri. "Kok bisa sih, Bri? Bisa-bisanya lo kejebak tuh laki!" Rasanya, Briana akan sulit menenangkan pikiran saat ingatan itu terus datang, sulit dihilangkan. "Bian setan!!"

Setelah melewati prosesi laknat di kamar apartemen Bian, akhirnya Briana bisa pulang ke kosannya secara utuh dan selamat. Meski untuk itu, Briana perlu mengeluarkan energi yang banyak. Briana mengeratkan kepalan tangannya yang masih menggenggam batu kristal. Wajahnya berkerut, kesal. Pokoknya, Briana tidak mau lagi ketemu Bian!

Mami

Gimana? Kamu bisa sore ini jalan sama Ren?

Briana melirik ponselnya yang berkedip nyala, menampilkan layar berisi pesan masuk. Briana menaikkan sebelah alis. Tadi, perkara mantan, sekarang, terkait calon tunangan. Hidup Briana rasanya tidak pernah tenang.

Namun, Briana ingat, dirinya sudah bilang akan mencoba... lagipula, daripada Briana mendekam di kamar kosan dengan pikiran runyam. Bukankah lebih baik Briana keluar? Ya, walau keluarnya dengan orang yang tidak Briana kenal.

Briana

Bisa Mi

Mami

Mami senang sekali Bri :) Nanti Ren jemput ya?

Briana

Jemput naik mobil?
Kalo iya langsung ketemu di Sanzhu aja Mi
Kasian kalo jemput naik mobil
Mami tau sendiri jalan Kencana gimana

Mami

Oh ya... oke Sayang
Jangan lupa dandan yang cantik ya
Jaga sikap :) anak cantik Mami :)
Mami doain dari rumah :)

Briana

(Sticker pentol jongkok badmood)

Usai berbalas pesan dengan mami. Briana lekas mengembalikan batu-batu kristalnya ke tempat semula. Melirik jam. Masih banyak waktu yang tersisa. Briana memutuskan mendatangi studio pilates sebentar. Berpikir, mungkin dengan melenturkan otot-otot tubuh, pikirannya akan lebih tenang. Tetapi siapa sangka, sampai Briana duduk di hadapan Chef Takeru yang menghindangkan makanan khas Jepang, ingatan itu masih bersarang.

Fixing The Star ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang