Do I Wanna Know? - Arctic Monkeys
—
Mata Briana awas ke sekeliling. Mematri skeptis setiap orang yang melintas di dekatnya. Briana berjalan cepat kemudian, dengan sesekali menoleh ke belakang. Bukan hanya manusia, Briana bahkan menoleh was-was hanya karena terkaget oleh bayangan pohon dan suara gemerisik benda ringan yang tertiup angin.
Sialan. Briana menggerutu dalam hati.
Kaki jenjangnya masih melangkah saat lambat laun kesadaran datang atas tingkah lakunya sekarang. Memicingkan mata. Laju kaki Briana dilambatkan perlahan, sebelum berhenti di dekat tembok pilar merah bata. Tak menghiraukan hilir mudik mahasiswa FEB yang melewatinya di lorong kala waktu memasuki jam makan siang.
Sebentar, Briana bertanya-tanya; kenapa dirinya jadi berjalan seperti maling yang takut tertangkap basah? Kenapa juga, dirinya jadi seperti Fiora yang dulu takut ketemu Ray? Oh, Briana mulai menerka-nerka, apa sekarang dirinya sedang kualat? Sebab dulu selalu semangat mengolok-ngolok temannya yang sampai menggunakan benda samaran hanya untuk menghindari sang pacar?
Briana berdecak.
Matanya memicing kian tajam.
Tentu saja tidak! Tidak ada istilah dirinya takut. Briana berdecih sinis. Apalagi hanya untuk... untuk... pokoknya itu! Salahkan Bian yang ngotot tidak mau putus dengannya, padahal lelaki itu bisa bebas bergelayut manja dengan gadis mana saja!Salahkan Bian yang mengancam akan mencari Briana kemana pun Briana pergi! Salahkan Bian yang malah menantang Briana! Salahkan Bian yang terus memanggilnya Bee, menggunakan aku-kamu bagai hubungan mereka baik-baik saja. Juga, bisa-bisanya berkata rindu dan melakukan hal—yang membuat Briana terbayang-bayang! GEEZ!
Pokoknya, semua salah Bian!
Briana geram. Secara kasar, menyedekapkan tangan, wajah Briana keruh kesal. Hah. No, Bri, no, nggak seharusnya lo buang-buang energi mikirin hal ini! Monolognya untuk tersadar. "Rot in hell, Bian!" cacinya kelewat bersemangat.
Lalu, saat kepercayaan diri terkumpul, Briana menyibak rambut ash brown-nya. Hendak melanjutkan langkah kaki. Namun, seketika berhenti. "Pakai topi dulu—panas."
Briana langsung memakai bucket hat hitam yang lumayan menutupi wajah. Melirik bangku yang melingkari meja berkanopi, dekat air mancur taman FEB; tidak ada siapa-siapa di sana.
Great. Ya, great.
Fiora Karenina
Bri beneran nggak mau nyusul ke kantek?
Briana Diamour
No, thanks. Lebih baik gue menetap di FEB.
Fiora Karenina
Gapapa makan sendiri?
Fiora pesenin soto nih, sini yuk Bri :(
Briana Diamour
Gue mandiri. Gue bisa makan sendiri.
Fiora Karenina
Hmm. Yaudah :(
Take care Bribri.
Briana Diamour
KAMU SEDANG MEMBACA
Fixing The Star ✓
Teen FictionBriana Diamour pernah melakukan tindakan bodoh saat masa sekolah: mengajak pacaran lelaki yang disukai oleh musuhnya. Briana yang kala sekolah dikenal sebagai ratu jahat dan bintang cheerleader, menemukan kenyamaan dari lelaki yang tidak ia duga-dug...
