39. L'Elisir d'Amore

14.8K 1.1K 501
                                        

No Shade in The Shadow of The Cross -
Sufjan Stevens

"You saved and fixed him..."

"In return, he took all the blames..."

"All the consequences."

"Sacrifice things near impossible."

"And, now he is slowly dying inside..."

"He is dying."

Ringan, secara bersamaan, berat, terperangkap.

Briana pernah merasakan bagaimana kepalanya berputar, kesadarannya melayang-layang, bagai jutaan atom yang terbang tak bergavitasi atas sakit dan ngilu dari hantaman bola basket yang dirinya rasakan. Di ruang waktu yang cepat, telinga Briana yang berdengung, bagai menangkap metafase alunan lagu, musik yang suka ia dengar. Tarian-tarian acak membingungkan, siluet atas bayang kekhawatiran yang ingin dihempas memekakkan. Lantas dari seluruh manusia yang ada di lapangan, Briana menemukan Bian; mereka berpandangan.

Tanpa kata ditukar, untuk saling diam.

Seolah terpolah, di detik tersesat, hasil kecelakaan hebat yang Briana alami sempat mengakibatkan tubuhnya yang terbujur, merasakan kaku luar biasa, di saat mata sulit untuk dibuka. Suara menyuar bak khayalan, mengiringi harum ramai bertabrakan. Briana mencari-cari, untuk lagi-lagi menemukan Bian, di antara gelap yang jadi terang menyilaukan.

Bukan hanya untuk saling menatap dan diam. Di waktu itu, ada sesak, tangis yang ingin dibebaskan.

Haru dan lega membumbung, akan penyesalan.

Sedang saat ini, di situasi yang bagai tak ada beda. Penuturan yang dikeluarkan atas sarat amarah dan kefrustasian, dilontarkan teramat gamblang kepada Briana, membuatnya seketika terpekur di tempat.

Jantung Briana yang sebelum ini sudah berdebar secara tidak kerasan, disiasati dengan pesan yang ia kirim secara acak kepada Bian, di sepanjang perjalanan, usai dipisahkan dengan paksaan, telah berganti dihimpit kekalutan. Napasnya tersenggal.

Briana terhenyak, seolah ditampar kuat-kuat.

Atas kenyataan menyakitkan yang baru ia pahami.

Kesadarannya ditarik paksa, bukan hanya tubuhnya.

Bagaimana bisa...

Selama ini, dirinya menutup mata...

Menampik bahwa tanpa sadar, ia menyakiti Bian.

Ingatan-ingatan lampau dari belasan tahun yang lalu berdatangan. Indah, manis, mendebarkan, secara cepat diganti pilu dan sendu. Puzzle yang tidak tepat dihamburkan, untuk dicari pasangan yang benar; sejak pertama kali kesalahpahaman.

Sebenar-benarnya, Briana yang menyakiti Bian.

Bukan sekali, melainkan berkali-kali. Di umur empat beranjak lima, di saat mereka menjalin hubungan yang teramat mudah dipatahkan.

Bagaimana bisa?

Di saat semua keputusan yang Bian pilih selalu memikirkan tentang dirinya. Bian terlalu banyak melakukan hal untuknya. Namun, Briana... di mana riak kepercayaan? Kepedulian? Keberanian? Yang seharusnya digenggam, lebih dahulu dipendam keegoisan. Briana hanya sibuk menyalahkan, memikirkan seberapa dirinya menjadi korban.

Fixing The Star ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang