34. Gold Glory

15K 1.3K 174
                                        

Let You Break My Heart Again -
Laufey and Philharmonia Orchestra

"Thanks to your drama. I must come here real quick with jet, only on my Valentino. Leaving behind the Paganini and my dates." Sen Yanai mendeklarasi kala masuk ke kamar peristirahatan Briana di rumah Menteng Ojiichan mereka begitu saja. "Oh, is it saffron or jasmine? It smells good."

Briana yang sedang dibantu mengenakan pakaian langsung saja terperanjat oleh kedatangan sepupu-nya yang sangat tiba-tiba. "Sen Yanai, can't you see me I'm about to get dressed? Get out from here!"

Sen menaikkan sebelah alis, "Oh, you shy? I mean, Bri..." Lelaki itu memindai keramaian dressing room berukuran besar ini. Ada kru Dolce & Gabbana, Balmain, Chanel, Ralph Lauren. Masing-masing membawa gantungan geret berkaki seolah menjajakan dagangan. Hanya bedanya, barang-barang yang ada di sini tidak ada di toko. "I've seen you. All of you since we're toddlers." Tersenyum mengesalkan. Lelaki yang mengenakan setelan Valentino itu lantas duduk di sofa yang tersedia setelah berkata pada salah satu kru. "Chanel is pretty, but you're prettier." Kerlingannya, membuat kru tersebut salah tingkah, terbengong-bengong.

Briana memutar bola mata. Masih dalam balutan tube top yang sebentar lagi akan dibuka untuk Briana mencoba long slick slip dress berwarna bronze dengan potongan di bagian kaki kanan. Briana berkacak pinggang. Menatap Sen jengah.

"What?" Sen Yanai menyilangkan kaki. Mengambil majalah Vanity Fair. Membolak-balik halamannya secara random, seolah tak mengacuhkan tatapan tajam Briana. "You can get dressed while I give you some important tea, lah."

"What tea exactly?" tantang Briana. "Is it hot?"

Briana mulai membiarkan para pelayan kembali melanjutkan apa yang tertunda; membantunya berpakaian. Gaun dari Dolce & Gabbana disiapkan.

Sen menaikkan pandangan dari majalah. "I vote for that dress," katanya jujur. "But, don't you need to wear kimono?"

Tersenyum jumawa, Briana membiarkan pelayan meloloskan gaun backless tersebut ke tubuhnya. Sebelum membantu melepas tube top. Tanpa sedikitpun Sen Yanai bisa mencuri lihat ke baliknya.

"No." Briana melanjutkan. "So, what's the tea? If it's not hot, you need to stop dating models."

"Ah, you're not fun, lah," ejek Sen Yanai. "But, how come your Mommy doesn't insist you to wear the 'tradition' when we know, you're about to meet Takahara?"

"Well, I've got an agreement."

"Good for you."

Sen tersenyum, terpancar tulus sampai ke mata. Briana membalasnya dengan senyum kecil. Haru terus menyeruak, bersamaan dengan senang.

"So, what is it?" Briana mengembalikan pembicaraan ke awal. Pelayan sedang merapikan bagian-bagian dari gaun yang telah terpasang di tubuhnya. "What's the tea?"

"Kesabaran lo setipis tisu banget ya?" Sen Yanai mengulur. Mengambil macaroon. Menikmatinya sesaat kala Briana memasang wajah kesal.

Fixing The Star ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang