Bab 20 Dilemma (REPOST)

3K 135 0
                                        

Warning Typo bertebaran

Ini aku repost lagi soalnya pas diperiksa tadi banyak yang typo bahkan kesalahan pada beberapa kalimat. Jadi Kurepost lagi. Maafkan karna kesalahannya ya.

Enjoy!

**++**

Bella kembali melangkahkan kaki ke rumah sakit. Sudah seminggu ia bolak-balik ke tempat ini. Papanya masih dalam tidur panjangnya. Tidur yang entah kapan akan terbangun. Tidur yang tak menentu.

Bella memasuki ruangan milik Papanya yang seminggu ini ia datangi. Baru membuka pintunya, Bella melihat seorang wanita paruh baya memegang tangan Papanya sambil berlutut di bawah ranjang Papanya. Dan terlihat Papanya telah siuman. Bella ingin segera menghampiri Papanya saat itu juga tapi diurungkannya niatnya.

"Farid, tolonglah. Aku hanya ingin bertemu dengan anakku. Aku hanya ingin melihatnya saja," ujar wanita paruh baya itu. Farid tetap tak bergeming saat perempuan itu memohon. Bella terdiam penuh tanda tanya di kepalanya.

"Farid, kumohon. Aku hanya ingin ketemu anakku. Aku Ibunya dan aku berhak melihatnya," ujar perempuan itu masih tetap berlutut.

Farid yang jengah akhirnya menepis tangan perempuan itu. Farid menatap perempuan yang sempat ia cintai dan meninggalkannya saat ekonominya menurun. Perempuan yang pergi begitu saja di saat dirinya baru saja memiliki sebuah keluarga kecil. Perempuan yang pergi dari kehidupannya tanpa menoleh sedikitpun ke arahnya.

"Kamu bukan Ibunya. Bahkan kamu tidak layak untuk dipanggil dengan sebutan 'Ibu'. Kamu hanya perempuan penggila harta yang rela meninggalkan suami dan anaknya demi uang. Kamu tak pantas untuk menemui Bella. Kamu bukan Ibunya dan kamu tak pantas untuk menjadi Ibunya," ucapan pedas keluar begitu saja dari mulut Farid. Ia sudah tak tahan untuk menahan semua perasaannya yang ada.

"Aku Ibunya, Farid. Seberapa besarnya kebencianmu padaku, aku tetap Ibunya. Sekarang aku ingin menemui anakku Bella. Dimana dia, Farid? Dimana?"

"Sudah kukatakan bukan kalau kamu bukan Ibunya," ujar Farid dengan emosi yang menggebu-gebu

Sementara itu Bella terdiam di depan pintu. Ia menatap bingung kedua orang di depannya. Tiba-tiba keranjang buah yang ia pegang terjatuh membuat kedua orang yang sedang bertengkar itu menoleh ke arahnya.

Terlihat wajah Farid yang terkejut sementara wajah perempun paruh baya itu tersenyum. Perempuan paruh baya itu menghampiri Bella dan langsung memeluknya. Bella merasa aneh dengan pelukan ini. Ia merasakan hatinya membuncah saat menerima pelukannya. Tapi alarm otaknya seakan mengingatkannya jika yang di depannya hanyalah orang asing.

Bella melepaskan pelukan perempuan itu sepihak. Bella memandang bingung perempuan didepannya. Sesekali ia mengalihkan pandangannya pada Papanya dengan tatapan bertanya, siapakah perempuan yang ada di depannya ini. Tapi Papanya hanya berdiam tak menjawab.

"Anda siapa?" Tanya Bella.

Sedikit ada raut terkejut pada wajah perempuan itu. "Aku Ibumu sayang."

Dahi Bella berkerut mendengar penuturan dari perempuan paruh baya di depannya. Bukankah Ibunya sudah meninggal. Apakah perempuan di depannya hanya mengaku-ngaku saja?

"Maaf sebelumnya, tapi Ibu saya telah meninggal dunia karna sebuah kecelakaan. Jadi siapa Anda? Kenapa Anda mengaku-ngaku sebagai Ibu saya?"

Sebuah panah seakan menusuknya saat ini juga. Berjuta pedang menyayat hatinya. Dan ribuan belati menorehkan goresan di dalam hatinya. Ia adalah Ibunya. Ibu kandungnya.

"Aku Ibumu sayang. Aku-"

"Berhenti Kinan! Dan Bella, Papa mau kamu keluar dulu," ujar Farid memotong ucapan milik Kinan.

Tangled LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang