TGBB 14

19.1K 951 3
                                        

Diruang kepala sekolah Angkasa dan Alvero dkk.
Dengan Angkasa yang masih menatap tajam Alvero yang menatap dengan tatapan mata kosong.
Xaviero yang masih ada dirumah sakit ditemani dengan Kenzo.

"Coba jelaskan kenapa kalian ribut,dan kenapa ada murid yang terluka hingga kepalanya berdarah?", tanya Kepala Sekolah pada mereka yang masih terdiam.

"Kenapa kalian ga mau jawab?", lanjut Kepala Sekolah itu sambil menatap mereka yang tidak menjawab pertanyaan dari nya.

BRAKKK

Karena geram tidak ada yang menjawab Kepala Sekolah itu menggebrak meja nya dengan keras membuat Ardan dan Kenan yang terdiam kaget hampir terjengkang.

"Anjir Kepsek kalo marah serem juga ya", ucap Kenan dengan pelan takut Kepsek nya denger,kalau denger kan bisa berabe ntar.

Ardan yang mendengar itu hanya menganggukan kepalanya dan Kevin yang sedari tadi diam.

"Ardan Kenan kalian tau apa yang sebenarnya terjadi", tanya Kepsek pada mereka yang merasa bingung untuk menjawab pertanyaan Kepsek.

"Kita sih ga tau gimana yang sebenarnya,tapi kita liat pas udah sampe sana si Luna udah tergeletak pingsan pak", jawab Ardan dengan apa adanya.

"Terus kalian liat siapa lagi yang ada di toilet selain Luna?", tanya Kepsek lagi.
Kenan menjawab,"Ada Keela pak disebelah Luna", ucap Kenan dengan jujur.

"Yasudah",

Ditaman belakang Ila dan Alvaro masih dengan posisi yang sama dengan Ila yang menyenderkan kepalanya di dada bidang Alvaro dan Alvaro yang sedari tadi mengelus lembut kepala Ila.

*Anjir keras cuy*. Batin Ila yang memegang dada bidang Alvaro.

DIBERITAHUKAN KEPADA SYAKUEELA PUTRI ABRAHAM DIMOHON UNTUK KE RUANG GURU,SEKALI LAGI DIBERITAHUKAN KEPADA SYAKUEELA PUTRI ABRAHAM DIMOHON UNTUK SEGERA KE RUANG GURU.

Suara speaker yang memanggil namanya langsung membuat nya paham karena msalah tadi.

"Yaudah lah gue mau ke ruang guru", ucap Ila yang sudah berdiri dan ingin melangkah kaki nya tetapi pergelangan tangannya ditahan oleh Alvaro.

"Nape?", tanya Ila dengan alis yang terangkat.

"Lo sama gue kesana nya", ucap Alvaro yang sudah berdiri dan menggenggam lembut tangan Ila.

Ila yang mendengar itu tanpa protes hanya menganggukan kepala nya,setelah itu mereka pun melangkah kan kaki nya ke ruang guru,diperjalanan menuju ruang guru banyak murid yang melihat Ila mencibir Ila dan memaki Ila,tetapi Ila sih bodo amat karema dia tidak bersalah jadi untuk apa takut?.

Antagonis ya tetap antagonis

Kasian ya Luna dibully terus sama dia

Iya ya kasihan

Dasar pembunuh

Ga usah sekolah disini aja ngebahayain orang.

Itulah teriakan yang memaki dan mencibir kepada Ila,Alvaro yang mendengar itu ingin sekali merobek mulut mereka yang seenak nya tanpa tau yang sebenarnya,dengan tangan yang terkepal kuat dan rahang yang mengeras serta tatapan yang sangat tajam saat ingin menghampiri murid perempuan yang berbando biru yang memaki Ila tadi tetapi Ila langsung menahan tangan nya dan menggeleng.

Alvaro menghela nafas nya dengan kasar.

"Sekali lagi gue denger kalian maki adik gue,gue akan robek mulut kalian satu satu", ucap Alvaro dengan nada dingin serta tatapan tajam.

Mereka yang mendengar itu bergidik ngeri.
Alvaro dan Ila melanjutkan langkah nya dengan tangan Alvaro yang melingkar pinggang Ila dengan posesif dengan wajah datar nya.

The AntagonisTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang