Ila masih tidak menyadari tatapan mereka.
Ila berbicara pada Alex.
"Degan udah makan?", tanya Ila pada Alex yang terseyum malu.
Degan,dede ganteng wajah Alex memerah malu dengan panggilan Ila terhadap nya.
"Udah kak", jawab Alex denganp pipi merah malu.
"Ututut degan imut banget sih" ujar Ila dengan mencubit gemas pipi Alex yang merasa terkejut.
Alex merasa terkejut dengan mata yang melotot lucu menurut Ila,sedangkan Angkasa dan meja yang diisi oleh Xaviero dkk merasakan panas melihat pemandangan tersebut dengan rahang yang mengeras dan tangan yang terkepal kuat.
Angkasa meremat gelas yang ada di tangan nya dengan kuat,menahan rasa cemburu nya.
Angkasa dia jatuh cinta kepada Ila pada pandangan pertaman saat Ila misuh misuh tak jelas yang menurut nya sangat lucu.
Dia meja Xaviero dkk Kenzo dan Xaviero juga seperti Angkasa yang merasa panas saat Ila mencubit gemas pipi Alex.
Ila tiba tiba merasa perut nya sakit dan pamit kepada Alex dan Angkasa dengan terburu buru.
Sesampai nya di toilet Ila langsung masuk ke bilik toilet dan melakukan buang hajat nya.
Setelah beberapa menit selesai Ila pun keluar dari bilik toilet dan melangkah ke westafel sambil bercermin.
"Huhh lega", gumam Ila sambil menepuk perut nya.
"Apa yang lagi lo rencanain?", ucap seorang gadis dibelakang Ila.
Seketika Ila menoleh kebelakang dan melihat seorang gadis yang menatap nya dengan mata yang penuh kebencian,satu nama Luna itu.
Ila hanya menatap nya datar.
"Gue ga ngerencanain apa apa", ujar Ila sambil bersidekap dada dengan mentap Luna datar.
"Heh gue ga percaya,kenapa lo ga bully gue lagi kenapa semua orang jadi muji lo seharusnya lo itu dibenci sama semua orang", teriak Luna dengan marah.
"Wow topeng nya udah kebuka nih", ucap Ila dengan pura pura terkejut sambil menutup mulut.
"Apa yang lagi lo rencanain bitch", balas Luna dengan tangan yang terkepal.
"Hah ga salah nih gue denger,bukannya lo ya yang bitch ups", ucap Ila dengan seringai nya.
"Seharusnya lo ga berubah seharusnya lo tuh tetep bully gue seharusnya semua orang benci sama lo termasuk kedua abang lo", teriak nya dengan wajah memerah emosi.
"Seharunya lo seneng dong ga ada yang bully lo lagi,udah gila kali lo orang mah ga mau dibully lah lo? Malah pengen dibully stres lo?," ucap Ila dengan santai membuat Luna semakin emosi.
Dan tanpa diduga Luna menyiksa diri nya sendiri didepan Ila yang terkejut.
"Bneran gila ni orang",
"Udah woy anjir ntar gue lagi yang disalahin sama pangeran pangeran lo", ucap Ila dengan menahan tangan Luna yang memberontak untuk dilepaskan.
"Heh itu yang gue mau", balas Luna dengan senyum seringai.
Luna tidak menyerah memberontak sampai akhrinya tangan Luna kembali menyiksa diri nya sendiri yang sudah berdarah darah,dan tanpa diduga Luna menjedot kan kepalanya pada dinding toliet dengan kencang dan membuat kepala nya berdarah.
Suara langkah kaki dari luar membuat Luna tersenyum puas dan langsung berpura pura pingsan pada saat pintu didobrak.
BRAKKK
"LUNA",
Xaviero dkk menghampiri Luna yang tergeletak pingsan disebelah Ila yang berdiri mematung.
Alvero yang melihat Ila diam saja emosi dan melangkah kan kaki nya pada Ila dan menampar pipi Ila dengan kencang hingga menimbulkan suara yang nyaring.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Antagonis
Roman pour AdolescentsSyakuila Alfatih Cahyo. Umur 16 tahun Biasa dipanggil Ila,gadis yang memiliki sifat Bar Bar,pecinta cogan no 1 hha,orang nya mungil lucu. Minim ahklak:v Memiliki 1 abang yang sangat menyayangi dan menjaga nya. Syakueela Putri Abraham. Umur 17 tahun...
