TGBB 29

8.8K 543 15
                                        

Setelah sampai di kamar Kenzo langsung mengunci pintu dan meluruh kelantai dengan kepala yang di tenggelam kan di lutut.

Tak lama kemudian terdengar isakan kecil dari mulut Kenzo.

Hiks

"Bunda Kenzo kangen bunda"p

"Bunda aku masih butuh bunda hiks, bunda Kenzo cape sebenarnya Kenzo lelah Kenzo pengen ikut sama bunda, bunda kenapa ninggalin Kenzo sama ayah"

"Kalo bisa lebih baik Kenzo aja yang pergi jangan bunda, karena ayah masih butuh bunda, bunda kasian ayah yang setiap hari selalu merindukan bunda selalu menangisi bunda,maafin Kenzo bunda", racau nya dengan suara yang lirih.

Inilah sisi lain dari Kenzo.
Dia rapuh, lemah tidak seperti Kenzo yang berada di luar Dingin dan Datar.

Setelah tenang Kenzo pergi ke kamar mandi membuka jaket kulit hitam itu dan membuka kaos putih polos nya menampilkan perut kotak-kotak dan otot yang kekar nya itu.

Memutar shower dan membiarkan kepala nya merasakan dingin nya air dengan mengusap rambut basah nya.
Air terus mengalir dari kepala sampai ujung kaki.

"Gue gaboleh nyerah, karena gue punya seseorang yang gue sayang"

"Gue mencintai lo la"

"Entah sejak kapan perasaan aneh ini hadir"

Kenzo mengucapkan kata itu dengan menutup mata nya.

Beberapa menit dikamar mandi sudah menyelesaikan ritual mandi nya, Kenzo melangkah ke lemari bercat hitam dan membuka nya untuk mengambil kaos oblong berwarna hitam dan juga celana training berwarna abu dan memakaikan nya di tubuh elastis nya.

Ia melangkah ke arah kasur nya dan segera merebahkan badan nya dengan menyelimuti diri nya dan menyelami alam mimpi.

Sedangkan di mansion Abraham masih dengan acara pelukan nya sampai si gadis tersadar bahwa ia tadi memangku kucing dan pintu rumah terbuka menampilkan si kembar yang baru saja pulang dari markas.

"Ohhh no!"

Teriakan Ila membuat mereka terkejut karena menggelegar di ruangan itu membuat si kembar pun ikut terkejut.

"Kamu kenapa sayang?!", tanya Aqela dengan nada khawatir.

Bukan nya mendapat jawaban mereka malah mendengar isakan dari mulut Ila membuat keluarga nya khawatir, si kembar pun sudah berada di hadapan Ila.

"Hey kamu kenapa?", tanya Alvaro lembut.

Aqela dan Bara melotot terkejut mendengar nada lembut dari anak sulung nya yang selalu dingin dan datar, Oh apakah dunia akan kiamat? pikir mereka berdua.

"Hikss abang", tangis nya dengan memanggil Alvaro.

"Kenapa hm?", ucap nya mengelus rambut Ila.

"Mimi kegencet hiks"

"Hah?", mereka ngelag dengan pemikiran mereka yang sudah bertraveling kemana mana.

"Mimi apa maksud nya?", tanya Alvaro yang sudah berpikir kemana mana.

Ila mengangkat kucing yang di beri nama Mimi oleh nya,dan diperlihat kan pada mereka yang terkjeut melotot.
Bagaimana tidak? Kucing itu seakan sekarat dengan nafas yang bengek.

"Astagfirullah", Aqela menepuk jidat nya melihat itu.

"Kamu apain kucing nya?

"Hikss tadi kegencet pas pelukan", jawab nya dengan isakan kecil.

"Cup cup cup udah ya jangan nangis", ucap Alvaro dan langsung menggendong Ila ala koala.

"Dia kaya mau mati abang" ucapan Ila terendam di ceruk leher Alvaro.

"Udah cup cup abang beliin es krim mau?" bujuk Alvaro sembari menimang-nimang gadis itu layak nya bayi.

"Mau", seru nya dengan antusias.

Sementara mereka hanya bisa menggigit bibir bawah nya dan menggigit pipi bagian dalam mereka karena gemas dengan gadis itu, mengapa anak/adik mereka bisa menjadi segemas ini? Ah rasanya mereka ingin mengurung Ila untuk diri mereka sendiri..

Aqela mendekat ke arah Ila yang masih berada di gendongan Alvaro.

"Ya ampun sayang kenapa kamu jadi bisa gemesin gini", pekik nya gemas.

"Gatau", Ila mengedihkan bahu nya.

Ila menyembulkan kepala yang tadi di ceruk leher Alvaro kini terlihat oleh semua, semua orang memekik gemas termasuk para maid dan bodyguard dengan mengepalkan tangan nya kuat karena melihat pipi chubby itu hampir tumpah, takut kelepasan mencubit gemas pipi bak moci itu.

Alvero saja bahkan menggigit bibir bawah nya, ingin sekali mengecup pipi buntal itu, ah gemas sekali.

"Abang", panggil Ila dengan membentuk pola abstrak di dada bidang Alvaro.

"Hm?"

"Ngantuk pen bobo~", rengek Ila.

Memang Ila ini selain memliki sifat bar-bar dia juga memiliki sifat manja dan cengeng bila sudah nyaman bersama orang itu.

"Yaudah bang anter Ila ke kamar", ucap Aqela yang diangguki Alvaro.

"Gue juga ikut bang", teriak Alvero hendak menyusul Alvaro yang sudah berada di lift.

"Kamu jangan ganggu adik kamu, sekarang kamu juga tidur", ucap Mommy tak ingin dibantah.

"Tap--"

"Sekarang Alve", potong Aqela dengan tegas.

Alvero mengangguk lesu dan menuruti ucapan Mommy nya dengan melangkah ke arah kamar nya, huh padahal dia masih ingin melihat raut menggemaskan adik nya ah ralat adik yang pernah dia benci dia ingin melihat bagaimana manja adik nya itu meskipun manja nya kepada sang kembaran tak apa,tetapi Momny nya menyuruh nya untuk tidur lagi pula dia juga belum mengantuk apalah daya nya dia tidak bisa melawan sang Momny tercinta.

Aqela dan Bara segera pergi ke kamar nya juga untuk beristirahat karena baru pulang dari luar kota nya ditambah mereka bahkan tidak tidur ah tidak tidak bukan mereka hanya Mommy saja karena dia sangat antusias apalagi saat segera ingin bertemu dengan anak gadis nya.

Dikamar Ila sedang di puk puk oleh Alvaro dengan tangan dilingkar kan di pinggang sang abang serta wajah yang ditenggelamkan di dada bidang abang nya dan tangan Alvaro yang satu lagi dijadikan bantalan untuk adik nya.

"Bobo ya abang puk puk", ucap Alvaro lembut.

Ila hanya menggumam dengan menutup matanya.

Setelah beberapa menit terdengar dengkuran halus dari sang gadis menandakan ia telah berada di alam mimpi nya.

Alvaro terkekeh melihat Ila tidur dengan mulut yang sedikit terbuka dengan pipi chubby yang hampir tumpah, dengan gemas Alvaro mengecup seluruh wajah Ila dimulai dari mata,hidung,kening,pipi,dan terkahir sudut bibir Ila membuat Ila melenguh dalam tidur nya.

"Lucu banget sih", gumam Alvaro menatap Ila.

"Sleep well baby"

Setelah mengatakan itu Alvaro pun tertdiur dengan tangan yang sudah di lingkarkan di pinggang Ila.



The AntagonisTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang