Setelah Gion pergi dari kerumunan itu,suasana kembali normal murid murid membubarkan diri,Alvaro menepuk bahu adik nya dengan lembut,rambut gadis itu acak acakan akibat tadi Alvaro membenarkan rambut cantik adik nya itu dengan perlahan dan penuh kelembutan.
"Mau abang antar aja ke uks?", tanya Alvaro.
"Ga perlu bang,aku pergi dulu", mood nya benar benar sedang tidak baik.
Ila gadis cantik itu pergi setelah mengatakan beberapa kata tanpa menoleh sedikitpun pada Alvaro.
Sedangkan Gion cowo tampan itu berjalan ke arah ruangan nya yang memang khusus di buat oleh pemilik sekolah untuk ketua osiss,tetapi belum sempat di depan pintu seseorang menghadangnya.
"Ada apa?", ucap Gion datar.
Bukannya menjawab Alex mencengkram kerah seragam Gion dan memukul wajah tampan nya dengan kuat membuat Gion tertoleh kesamping.
Alex menatap tajam Gion dengan mata merah menyala nya." Jangan pernah lo sentuh gadis gue", desis nya.
Gion hanya menanggapi nya dengan wajah datar terkesan tak peduli.
Tanpa menjawab Gion mendorong Alex ke arah sisi dan membuka pintu ruangan nya meninggalkan Alex dengan amarah yang memuncak.
"Arghh fuck! Ketua osis sialan"
Alex menendang tempat sampah kosong yang ada disamping nya dan pergi dari sana.
Didalam ruangan Gion memegang dada nya yang berdetak kencang tanpa mempedulikan wajah nya yang sudut bibir nya yang berdarah,bingung dengan dirinya sendiri mengapa dia harus memeluk gadis itu entahlah Gion sendiri pun tidak tahu.
"Bodoh lo Gion udah 2 kali lo permaluin diri lo sendiri,dan kenapa selalu gadis itu", muka dia memerah sampai telinga membayangkan wajah gadis itu.
"Tapi kenapa setiap gue deket dan lihat dia jantung gue selalu berdetak lebih cepat",
Jika orang lain mendengar mereka akan terkejut,pasal nya Gion ini ketua osis yang irit bicara dan selalu berwajah datar.
Cklek
Gion belum menyadari kehadiran seseorang yang memperhatikan nya sambil bersedekap dada.
"Anjir ketos kita lagi jatuh cinta", heboh orang itu.
Gion sedikit terkejut melihat sahabat nya yang berada dihadapa nya sembari menatap nya jahil.
Gion melempar buku tebal yang ada di meja nya dan mendarat sempurna di kepala sang empu membuat nya mengaduh kesakitan.
"Aduhh lo maen lempar buku bae", ringis nya mengelus kepala nya.
"Bacot"
"Wes santai brother",
"Ngapain lo?", tanya Gion.
"Itu lo disuruh ke ruang bk buat kejadian tadi di lapang",
"Ok thanks",
Setelah itu mereka berdua keluar dari ruangan osis,Gion mengetuk pintu lalu masukk setelah mendengar jawaban dari guru yang menyuruh nya untuk masuk disana sudah ada Ila dan Desi di ruangan itu dengan Desi yang menunduk tak berani menatap gadis di samping nya.
Sudah cukup dia tidak ingin lagi berususan dengan gadis itu.
"Gion tolong kamu urus mereka berdua, bapak udah cape sama kelakuan mereka haduh bisa bisa nya berantem dilapangan,gak sekalian aja tuh berantem nya diring", ucap nya karena sudah frustasi.
"Baik pak saya akan mengurus masalah ini", ucap Gion.
"Terserah kamu mau hukum mereka buat apa",
Setelah itu mereka berempat keluar dari ruang bk.
Gion menatap Ila dengan tatapan entahlah saya pun tak tahu.
"Lo berdua gue hukum bersihin perpustakaan dan bersihin semua toilet yang ada di sekolah ini", ucap nya tak ingin dibantah.
"What?? Lo?! Gila aja ogah gue kalo bersihin toilet apalagi semua toilet yang ada disekolah ini", ucap Ila tak terima,apa apaan dirinya disuruh bersihin toilet.
"Itu juga salah lo karena bikin ribut dilapangan", ucap sahabat Gion.
Ila menatap tajam orang itu membuat nyali nya seketika ciut.
"Waduh serem amat neng", sambil cengengesan.
"Terserah", Ila pun pergi meninggalkan mereka.
Kini tersisa 3 orang saja.
"Dan lo kenapa masih disini?", ucap Gion dingin setelah nya Desi pun pergi dari hadapan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Antagonis
Teen FictionSyakuila Alfatih Cahyo. Umur 16 tahun Biasa dipanggil Ila,gadis yang memiliki sifat Bar Bar,pecinta cogan no 1 hha,orang nya mungil lucu. Minim ahklak:v Memiliki 1 abang yang sangat menyayangi dan menjaga nya. Syakueela Putri Abraham. Umur 17 tahun...
