Pukul 05.30 Ila mengerjapkan matanya dan terbangun,melihat jam yang berada di sisi ranjang.
"Udah pukul set 6 hoam", gadis itu menguap dengan meregangkan otot otot nya.
Melihat sekeliling,ternyata dirinya berada dikamar,seingat dia semalam dirinya bertemu dengan cowo yang menurut dia menyebalkan dimatanya tapi kenapa malah disini?, apakah cowo itu mengantar nya pulang kerumah,bagaimana dia tau rumah nya? Itulah yang berada dipikiran nya sekarang.
"Ah bodo amat lah ga peduli juga", gadis itu segera beranjak dari ranjang dan melangkah ke arah cermin, mata nya terbelalak melihat sesuatu yang berada di leher nya,Ila memegang leher nya dan menatap sesuatu itu dicermin.
"Anjir ini kan bekas cipokan,tapi siapa yang cipok gue,apa cowo itu?",tanya nya pada diri sendiri.
Mengacak rambut dengan kesal.
"Arghh awas aja kalo ketemu sama dia gue bejek bejek muka so ganteng nya itu,enak aja main cipok-cipok,aduhh gue harus pake syal kalo engga nanti keliatan bekas nya",
Gadis itu segera melangkah ke arah lemari dan mengobrak abrik isi lemari.
"Aduh dimana sih",
"Nah ketemu,untung aja ada kalo engga bisa dimarahin gue", mengela nafas lega Ila menaruh syal dan seragam sekolah nya diranjang.
Setelah nya dia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan ya baju seragam yang kemarin bahkan belum dia ganti dan masih melekat ditubuh nya.
Alvaro masuk ke kamar gadis itu dan mendekat ke arah ranjang niat nya ingin mempertanyakan hal semalam dan membangunkan sang adik tetapi sepertinya adik nya telah bangun dan sedang berada di kamar mandi karena telinga nya mendengar suara gemircik air.
Alvaro duduk diatas ranjang dan menyerngitkan dahinya heran mengapa Ila menaruh syal?padahal cuaca sedang panas.
Alvaro sudah siap dengan seragam sekolah yang melekat pada tubuh elastis nya.
Ceklek
Gadis itu keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang lebih segar memakai handuk kimono yang membungkus badan mungil nya dan berjalan ke arah cermin sembari menggosok rambut nya yang basah menggunakan handuk kecil dan melilitkan nya di kepala,dia tidak menyadari sedari tadi Alvaro memperhatikan nya dengan intens.
Alvaro terus menatap nya dengan pandangan yang sulit di artikan.
So sexy. batin Alvaro dengan menjilat bibir nya.
Saat gadis itu ingin membuka handuk nya dia melotot kan matanya, Alvaro segera berdehem keras dan gadis itu membalikan badannya terkejut melihat kehadiran dia.
Ila terkejut saat melihat Alvaro yang berada dibelakang nya, dan segera menutup tubuh nya hampir saja dirinya membuka handuk.
Ila dengan gagap bertanya pada Alvaro."A-abang ngapain disini?", tanya dia dengan gugup.
Alvaro berdehem dan menjawab."Bangunin kamu", ucap nya.
"Yaudah abang keluar dulu aku mau pake baju", ujar Ila dengan pipi merah, oh my god hampir saja Alvaro melihat lekukan tubuhnya sungguh dia ingin menghilang dari hadapan Alvaro.
"Hm,abang tunggu di bawah", ucap Alvaro dengan menggaruk tengkuk nya.
"Iya bang."
Alvaro keluar dari kamar Ila,gadis itu bernafas lega setelah Alvaro pergi dari hadapannya dan segera berganti pakaian.
"Huh hampir aja gue tadi telanjang depan si varo,lagian cowo itu maen nyelonong masuk aja", dumel Ila sembari memakai seragam.
"Oh iya hampir gue lupa pake syal... Nah kalo gini kan ga keliatan bekas nya", menatap dirinya dicermin setelah memakai syal dilehernya guna menutupi bekas yang ada dilehernya.
"Eh tapi si varo engga ngeuh gitu sama bekas cipok dileher gue,ah bagus juga kalo ngga ngeuh ngga di ceramahin", gadis itu cekikikan sendiri.
"Eh anjir gue kayak orgil ngomong sendiri", Ila memukul kepala nya dan menggeleng.
Gadis itu sudah siap dengan seragam sekolah kebanggan SMA Cahaya Bangsa,dan segera melangkah keluar kamar menuruni tangga dan pergi ke ruang makan untuk sarapan.
Disana ternyata sudah ada mommy daddy dan si kembar yang mugkin sedang menunggu dirinya.
"Pagi mom dad bang", sapa Ila dengan mencium pipi semua nya termasuk Alvero yang saat ini mematung.
"Pagi juga sayang", sapa balik mereka kecuali Alvero.
"Kenapa kamu pake syal? Padahal diluar cuaca sedang panas" tanya Bara yang melihat Ila memakai syal.
"Eng- anu dad aku kedinginan yaudah aku pake syal", jawab Ila berusaha tak gugup.
Bara memincingkan matanya dan menganggukan kepala nya.
"Iya sayang mommy juga heran padahal diluar lagi cuaca panas panas nya tapi kamu pake syal", timpal Aqela heran.
"Aku cuma kedinginan aja",
"Ada-Ada aja kamu", Aqela menggeleng pelan.
"Hehe",
Ila duduk di kursi yang biasa dia tempatkan.
"Mau sarapan apa sayang?", tanya Aqela sembari menyondorkan sarapan kepada Bara.
"Eum aku mau nasgor aja deh mah sama telur mata sapi", jawab nya.
Aqela dengan telaten memberikan sarapan yang Ila ingin kan dan menyondorkan nya yang diterima baik oleh Ila.
"Makasih mommy ku tercinta", Ila terseyum manis.
Aqela terkekeh gemas.
"Iya,ayo sekarang sarapan dan jangan lupa baca do'a nya juga",
Semua membaca do'a terlebih dahulu sebelum menyantap sarapan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Antagonis
Roman pour AdolescentsSyakuila Alfatih Cahyo. Umur 16 tahun Biasa dipanggil Ila,gadis yang memiliki sifat Bar Bar,pecinta cogan no 1 hha,orang nya mungil lucu. Minim ahklak:v Memiliki 1 abang yang sangat menyayangi dan menjaga nya. Syakueela Putri Abraham. Umur 17 tahun...
