Seseorang menyebutkan nama Aeryn dengan begitu keras, baik Harvy dan Aeryn kenal siapa itu.
Yeona!
Harvy langsung merasakan Aeryn yang melepaskan tautan tangan mereka secara sepihak, ia juga menyadari betapa paniknya wajah Aeryn.
"Apa yang kau lakukan di sungai Han bersama dengan pria ini?!" Cerca Yeona begitu tiba dihadapan mereka dengan Noah yang mengekor dibelakang.
Tolong ingatkan Harvy untuk membekukan semua ATM Yeona, pria ini? Heol! Tidak ingatkah Yeona jika pria ini adalah satu-satunya kakak yang dimilikinya? Dan dengan tak bersyukurnya wanita itu mengatakan 'Pria ini', wah perasaan Harvy benar-benar terluka karna adiknya sendiri.
"Yeona, hei." Sapa Aeryn dengan kaku.
"Kau tak menjawab pertanyaanku Aeryn, apa yang kau lakukan disungai Han dengannya?" Yeona masih memandang Aeryn dengan tatapan penuh tanya sementara menunjuk Harvy dengan jari telunjuknya, seolah Aeryn dan Harvy berada di sungai Han bersama adalah sesuatu yang salah, SALAH BESAR!
"Kau pikir Sungai Han hanya milikmu? Tentu saja aku dan Aeryn berhak datang ke sungai Han, kapanpun kami mau." Harvy berujar dengan santai.
"Aku tak bertanya padamu oppa! Kau tau sendiri kalau sungai Han itu sangat umum didatangi oleh keluarga, teman, kekasih, atau pasangan yang menikah, bukan seperti kalian! Heol! Kalian tidak berniat saling mendorong untuk jatuh ke sungai Han-kan? Kalian tidak sedang dalam keadaan ingin saling membunuhkan?!" Heboh Yeona seketika hingga membuat beberapa orang disekitar mereka memperhatikan mereka.
Noah hanya mendengarkan kekasihnya berceloteh, padahal ia sendiri tau apa yang terjadi antara Harvy dan Aeryn, tak sulit menangkapnya, mengingat ia pernah melihat tatapan Harvy pada Aeryn yang sangat tidak biasa saat pesta pernikahan Gina dan Jonah.
Sementara Aeryn sudah menggaruk keningnya yang tak gatal sama sekali, ia bimbang, mereka belum membicarakan perihal hubungan mereka, apakah harus memberitahu yang lain, atau bagaimana.
"Kami berpacaran, jadi tak salahkan kalau kami juga menikmati kencan kami di Sungai Han?" Pertanyaan dan pernyataan Harvy membuat Aeryn terbengong sedangkan Yeona semakin heboh.
"Ini bukan April Mop oppa, jadi hentikan leluconnya. Kau berpacaran dengan Aeryn adalah suatu hal yang mustahil!" Kesal Yeona sambil memasang wajah remehnya pada sang kakak.
"Aku tak berbohong, aku dan Aeryn berpacaran." Ucap Harvy lagi, tak mengindahkan tatapan remeh dari Yeona.
"Ba..bagiamana mungkin? Astaga! Aeryn! Kau sedang tidak diancam oleh oppa-ku-kan? Kalian serius berkencan?! Sejak kapan?!"
"1 hari, kami baru berkencan 1 hari." Sahut Aeryn dengan cepat.
"HEOL!! Kalian serius berkencan!!! Aku bahkan tak tau kalian dekat! Apakah ini mimpi?! Matahari sudah terbit dari Tenggara?!" Yeona semakin heboh hingga membuat Noah langsung membekap mulut kekasihnya.
"Tenanglah, mereka hanya berkencan, itu lebih baik daripada mereka saling membunuh. Berkencan bukanlah hal yang buruk." Sahut Noah dengan tenang dan Yeona pun bisa mengendalikan dirinya, sudah tidak seheboh dan berteriak dalam berbicara.
"Jelaskan." Titah Yeona pada keduanya, siapalagi kalau bukan Harvy dan Aeryn.
Aeryn diam, bukan karna ia tak berani berbicara, lebih tepatnya ia tak tau harus memulai darimana, apakah dari kesepakatan Aeryn dengan Harvy untuk menjadi EWF, atau apa? Tapi bukankah mereka sudah sepakat untuk merahasiakan kesepakatan itu dari yang lainnya? Tapi Aeryn bisa bernapas lega saat Harvy memutuskan untuk membuka suara.
"Aku mulai mengenalinya sejak ia bekerja menjadi sekretarisku, kami semakin sering menghabiskan waktu bersama dan pada akhirnya aku merasa tertarik padanya, aku pikir hanya rasa sesaat tapi saat pesta pernikahan Gina dan Jonah aku melihatnya berbicara dengan pria lain dan aku tak suka, dari sana aku menyadari jika aku benar-benar menyukainya." Sahut Harvy tanpa keraguan sedikitpun, sangat lancar hingga membuat Yeona tanpa sadar sudah membuka mulutnya, tak percaya dengan penjelasan sang kakak.
"Kau seposesif itu pada Aeryn? Apa yang terjadi dengan rasa benci kalian?"
"Pernah mendengar bahwa benci dan cinta hanya setipis kertas, seperti itulah kira-kira. Dan aku tak pernah membencinya."
"Kau jelas-jelas membenci Aeryn, Oppa! Jangan berkilah!" Kesal Yeona, "Jangan sakit hati okay, aku hanya ingin memastikan bahwa pria ini benar-benar menyukaimu dan bukan memanfaatkanmu, kau tau sendiri seberapa tak sukanya ia terhadapmu, dan juga ia seorang cassanova, mana mungkin aku membiarkanmu menjalin kasih dengannya, aku hanya tak ingin kau patah hati." Jelas Yeona pada Aeryn yang hanya diangguki oleh Aeryn, tentu saja wanita itu paham maksud dari Yeona, ia juga akan melakukan hal yang sama jika ada diposisi Yeona.
"Hanya tak suka, aku tak membencinya, kau saja yang berpikiran kalau aku membencinya!" Harvy membela diri.
"SSSTT!" Yeona menyuruh sang oppa menutup mulut, lalu Yeona menggenggam tangan Aeryn, "Kau menyukai oppa-ku?"
"Entahlah, apakah ini bisa disebut suka atau tidak, tapi aku tak bisa jika tidak melihat wajahnya, aku merasa lebih tenang jika sudah melihatnya, meskipun keseharian kami hanya diisi dengan adu mulut." Jawab Aeryn dengan jujur.
Yeona terdiam sesaat, menatap kekasih paling tak masuk akal dalam otaknya itu bergantian, "Sekali saja! Sekali saja kau menyakiti Aeryn maka aku sendiri yang akan membunuhmu oppa!" Tegas Yeona seperti sebuah ancaman.
"Aku tak akan menyakitinya, selama aku hidup, tak ada seorang pun yang bisa menyakitinya." Ucap Harvy tanpa ragu.
"AUH! Kau menjijikkan!" Kesal Yeona sambil memasang wajah mau muntah setelah mendengar perkataan Harvy.
"Jadi kau mengijinkan kami untuk berpacaran?" Tanya Aeryn dengan polosnya.
"Kita tetap berpacaran, dengan atau tanpa ijin dariya." Sahut Harvy sambil memeluk pinggang ramping Aeryn.
Yeona memutarkan bola matanya, merasa jengah dengan kelakuan sang oppa yang baru pertama kali ia lihat sebegitu bucinnya, pada Aeryn pula, benar-benar diluar nalar.
"Karna kalian sudah menjadi kekasih, ayo kita double date!" Noah menengahi.
Dari ekspresi dan semua tingkah laku Yeona, Aeryn paham dan merasa bersyukur memiliki sahabat sebaik Yeona, yang lebih memilihnya dibandingkan dengan kakaknya sendiri.
TBC
AeilsyIr
KAMU SEDANG MEMBACA
After Dusk-END
RomanceHe hates her so fucking much, but he loves her after dusk.
