Aeryn menatap kepergian Harvy dari ruangannya, ia tau Harvy ada diruangan itu, ia bisa merasakannya tanpa melihat atau mencari keberadaan pria itu. Sejak pertama kali ia membuka mata, ia sudah merasakan keberadaan Harvy, tapi sepertinya pria itu tak ingin ia tau maka dari itu Aeryn tak mengatakan apapun, mengikuti alur.
Aeryn mendengar semua penjelasan sang dokter dan ia terpukul saat mengetahui ia hamil dan sudah keguguran, tapi sungguh Aeryn tidak menyesal, ia hanya menyesal karna harus berada dalam posisi yang membuatnya seperti ini, jika saja ia tidak dalam posisi yang dikucilkan maka ia akan dengan senang hati hamil dan menyambut anaknya kelak, tapi ini berbeda, ia dikucilkan, dicaci maki, disumpah serapahi dan jika ia melahirkan anaknya kedunia maka akan menjadi sebuah boomerang untuk anaknya kelak.
Aeryn hanya sendirian didalam ruangan VVIP itu, seolah mempertanyakan apa yang membuat Harvy ada diruangan itu, ia tidak bodoh, sesuatu pasti terjadi karna ia dirawat dikamar VVIP, pasti atas perintah Harvy, tidak mungkin pihak rumah sakit sengaja membiarkannya memakai kamar VVIP, semua orang tau akan skandal yang menimpanya, yang berarti mereka juga tau bahwa Aeryn tak memiliki banyak uang untuk membayar ruang inap VVIP ini, apakah mereka menahannya atas permintaan Harvy agar ia tidak kabur? Harvy benar-benar akan membunuhnya? Tapi pria itu mencium keningnya tadi dan meminta maaf. Aeryn pusing hingga akhirnya ia memutuskan untuk benar-benar tidur.
Selama beberapa hari dirumah sakit Aeryn tak melihat keberadaan Harvy sama sekali, pria itu hilang dan sialnya Aeryn merasa kehilangan, Aeryn butuh Harvy, sangat membutuhkan pria itu meskipun pria itu sudah menyakiti hatinya tapi ia sendiri sadar bahwa hanya pria itu yang ia butuhkan sebagai rumah dan sandaran. Bodoh? Katakanlah begitu tapi memang benar begitu adanya.
Aeryn belum diijinkan untuk bergerak sendiri, bahkan untuk berjalan saja ia belum diijinkan, hanya menggunakan kursi roda yang dibantu oleh suster. Tapi malam itu Aeryn sedang ingin menghirup udara malam, dengan perlahan dan menahan sakit ia turun dari ranjang, beruntungnya lantai VVIP sedang sepi dan suster yang berjaga sedang tak berada ditempat hingga membuat Aeryn bisa dengan mudah menyelinap keluar dari kamar, niatnya adalah menuju taman rumah sakit, namun mengingat itu ada di lantai paling bawah, ia mengurungkan niatnya.
Aeryn lantas menggunakan emergency stairs untuk menuju rooftop rumah sakit yang letaknya tepat 1 lantai diatas lantai VVIP-nya.
Jika biasanya memerlukan waktu tak lebih dari 5 menit untuk naik ke rooftop maka dengan keadaannya yang sekarang Aeryn memerlukan waktu hampir 30 menit hanya untuk sampai ke rooftop.
Aeryn tidak memakai kursi roda, ia berjalan pelan, tertatih dan menahan sakit karna pada dasarnya ia memang belum diijinkan berjalan. Aeryn baru tau retakan yang terdapat pada tulangnya tidak begitu parah hingga tak memerlukan operasi namun tetap saja ia masih harus melakukan treatment untuk penyembuhan.
Sekarang sudah tengah malam dan bintang dan bulan sedang indah-indahnya terlebih dilihat dari rooftop dan malam itu tidak mendung.
Aeryn tersenyum kecil, menarik napas banyak-banyak setelah sedari tadi merintih dan berjuang untuk bisa sampai di rooftop.
Kembali ia merintih dan menahan sakit saat ia ingin membaringkan tubuhnya di atas kursi semen agar bisa melihat langit sambil berbaring.
"Ssshhh..." Desis Aeryn sesaat setelah membaringkan tubuhnya tapi desisan itu berubah menjadi senyuman saat ia bisa melihat indahnya langit dengan jelas.
Aeryn mencoba mengangkat tangan kanannya yang sudah di gips, mencoba menyentuh langit, tapi yang selanjutnya terjadi hanyalah desisan.
Aeryn akhirnya hanya diam memandang langit indah tanpa menyadari ia telah menghabiskan waktu lama dirooftop.
Aeryn berusaha bangkit berdiri, ia ingin melihat indahnya kota Seoul. Dahulu kala pemandangan malam kota Seoul adalah makanan sehari-harinya karna ia tinggal di apartment tinggi serta bekerja di KH yang memiliki gedung tinggi, namun semua berubah saat skandalnya muncul dan pemandangan indah kota Seoul saat malam adalah hal yang tidak pernah lagi Aeryn lihat.
KAMU SEDANG MEMBACA
After Dusk-END
RomanceHe hates her so fucking much, but he loves her after dusk.
