🥀🥀

155 22 0
                                        

Besok paginya saat Sunny bangun, dia melihat Mommy Wong sedang mengupas buah jeruk di sofa dekat tempat tidurnya sedangkan Daddy Wong sedang membaca koran.

"Pagi Mom, Dad" Ucap Sunny lemah, Mommy Wong yang mendengar suara anaknya langsung menoleh dan berjalan ke arah Sunny, begitu juga Daddy Wong.

"Kau sudah bangun? Bagaimana keadaanmu?" Tanya Mommy Wong sambil menggenggam tangan Sunny.

"Sudah lebih baik Mom, aku tertidur sangat pulas. Apa kalian menginap disini semalam?"

"Tidak, phi mu yang menjagamu disini semalam. Mom dan Dad disuruh pulang olehnya" Jawab Daddy Wong.

"Phi pasti lelah, aku jadi tidak enak"

"Tidak mungkin, dia bahkan ingin bolos kelas supaya bisa menjagamu. Kalau tidak mommy paksa dia pasti tidak mau berangkat"

"Dia sangat menyayangimu Sunny, dia tidak mau meninggalkanmu" Sunny hanya tersenyum dan mengangguk. Dia terbayang muka Yin yang merengek agar bisa menemaninya disini.

"Kau bisa sarapan dulu, setelah itu kita akan menemui dokter sayang" Ucap Daddy Wong sambil berjalan ke arah meja di pojok ruangan mengambil sarapan Sunny.

"Mom aku bisa makan sendiri" Ucap Sunny saat akan disuapi Mommy Wong.

"Tidak, Mommy ingin menyuapimu. Sekarang buka mulut, aaaaa" Sunny terkekeh dan membuka mulutnya. Daddy Wong mengeluarkan handphonenya dan mengabadikan momen tersebut. Lalu dia mengirimkan foto itu pada Yin yang sedang berkuliah.

"Mom dan Dad tidak bekerja? Aku bisa sendirian disini"

"Daddy akan berangkat ke kantor setelah pemeriksaanmu, mommy akan disini sampai phi mu datang. Kau tidak boleh sendirian, kita semua khawatir" Mommy Wong merapikan kembali piring-piring yang dipakai sarapan oleh Sunny dan meletakkannya kembali di meja. Dia lalu membawa sebotol air putih untuk diminum putrinya.

Setelah itu Sunny pergi mandi sebentar sambil menunggu dokternya. Tidak begitu lama, seorang perawat masuk ke rungan.

"Saudari Sunny bisa kita mulai pemeriksaannya? Bisa mengikuti saya ke rungan dokter untuk diperiksa. Walinya juga boleh ikut" Perawat dan keluarga Wong berjalan keluar dari ruangan menuju ruang dokter.

"Bagaimana keadaanmu hari ini Sunny?" Tanya dokter.

"Sudah lebih baik dok"

"Syukurlah kalau begitu. Karena pemeriksaan awal kemarin masih belum lengkap saya akan melakukan pemeriksaan lanjutan hari ini. Mungkin kau akan sedikit sibuk hari ini dengan berbagai macam tes. Apa kau siap?" Sunny dan kedua orang tuanya mulai tegang. Namun Sunny akhirnya hanya mengangguk.

"Baik, apakah akhir-akhir ini kau sering merasa lelah?"

"Beberapa bulan belakangan dok, dan saya juga beberapa kali pingsan saat melakukan aktivitas seperti biasa" Dokter terlihat mengangguk dan mencatat sesuatu.

"Apa ada keluhan lain seperti sendi terasa sakit? Atau rambut sering rontok? Raum-ruam di tubuh?"

"Sudah sebulanan memang rambut saya banyak yang rontok dok, saya pikir karena stress. Akhir-akhir ini tulang saya juga sering ngilu, untuk ruam apakah seperti ini dok?" Sunny menggulung kaos di lengannya dan memperlihatkannya pada dokter. Di lengan bagian atas Sunny terlihat ruam-ruam kemerahan. Dokter mengamatinya dan mengangguk lagi.

"Baik sepertinya memang harus dilakukan periksaan menyeluruh"

"Apakah sesuatu yang serius dok?" Tanya Mommy Wong sambil menggenggam tangan suaminya.

"Belum ada yang pasti, tapi ini dugaan awal saya. Sepertinya Sunny mengidap lupus eritematosus"

"L-lupus dok?" Daddy Wong terbata, dokter pun mengangguk. Sunny yang tidak tahu penyakit apa itu terlihat kebingungan.

IT'S YOUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang