Setelah penampilan mendadak yang cukup memukau itu, Bonz dan War akhirnya turun dari panggung. Mereka berdua tersenyum lebar, merasa bahagia. Tidak bisa dipungkiri setelah tampil bermain piano tadi, war jadi merindukan masa-masa kuliahnya. Bermain musik bersama teman-teman satu klubnya. Yin berlari menghampiri War yang sudah turun dari panggung lalu memeluknya.
"Wahh, tidak ku sangka kau benar-benar jago bermain piano phi" War kembali tersenyum.
"Syukurlah jika aku tidak mempermalukan diriku sendiri di atas sana" Ucap War.
"Hei, kau sangat keren phi. Aku jatuh cinta untuk kesekian kalinya" War tersipu mendengar kekasihnya mengatakan itu.
"Ehem ehem, kau tidak mau memujiku juga ai Yin?" Tanya Bonz yang sudah berdiri di belakang War dari tadi dan menyaksikan adegan penuh cinta didepannya.
"Yah, kau lumayan juga" Jawab Yin acuh.
"Cihh, dasar!" Bonz lalu meninggalkan mereka berdua dan menghampiri Prom.
"Bagaimana? Sehabatmu ini keren kan?" Bonz menyikut lengan Prom.
"Ooooo lumayan juga meskipun kau sudah lama tidak tampil di atas panggung. Kerja bagus" Prom menepuk pundak sahabatnya itu.
"Haha, untung saja ada phi War. Jika tidak aku sudah kacau jika harus tampil sendirian tadi" Bonz terkekeh.
"Thanks man" Ucap Prom membuat Bonz berhenti tertawa.
"Hei jujur saja, kau sedang ada masalah apa?"
"Hmm tidak ada, hanya memikirkan sesuatu. Tapi aku baik-baik saja sekarang" Jawab prom sambil tersenyum.
"Kau yakin? Yang lain juga menghawatirkanmu. Terutama Yin dan phi War" Tambah Bonz. Prom hanya mengangguk sambil menoleh mencari keberadaan Yin dan War. Dia tersenyum melihat keduanya sedang bercanda dengan teman-temannya yang lain.
Malam semakin larut, tamu-tamu yang lain sudah mulai pulang dari acara. Hanya tertinggal teman-teman dekat ormshin dan oath. Prom berdiri di depan meja Champagne sambil memegang gelas kosong yang akan dia isi ulang.
"Hei, kau ajak bicara prom. Mumpung dia sedang berdiri sendiri disana" War meyenggol lengan Yin.
"Ya baiklah phi. Kalau begitu kutinggal sebentar" Yin melangkahkan kakinya menuju ke arah prom berdiri.
"Kau baik-baik saja? Kau minum agak banyak malam ini" Sapa Yin. Prom tersenyum.
"Yah aku baik-baik saja. Penampilan tadi cukup menghiburku" Jawab prom sambil terkekeh.
"Yah siapa sangka dia juga akan menyeret phi War ke atas panggung juga" Yin ikut tertawa.
"Tapi jujurlah, apa kau benar-benar baik-baik saja? Apa kau ada masalah? " Tanya Yin lagi. Prom menyesep minumannya sebelum menjawab Yin.
"Hahhh, hanya saja aku memikirkan sesuatu akhi-akhir ini. Sebuah kemungkinan, seperti takdir yang menyedihkan" Jawab Prom. Yin mengernyitkan dahi.
"Sebenarnya aku teringat Sunny akhi-akhir ini Yin. Aku tidak ingin membuatmu sedih, jadi aku tidak menceritakan ini padamu" Yin terkejut. Dia tidak tahu trigger apa yang membuat Prom memikirkan Sunny sampai dia terlihat lesu seperti ini.
"Hei, aku sudah baik-baik saja, kau pasti merindukan Sunny kan? Aku juga, setiap hari. Tapi aku sudah tidak sedih lagi, karena dia sudah jauh lebih bahagia di atas sana" Ucap Yin. Prom kembali tersenyum.
"Syukurlah, aku benar-benar bahagia mendengarnya" Jawab prom, meskipun masih ada kalimat yang mengganjal yang belum bisa dia ucapkan. Dia tidak tahu harus memulai darimana untuk mengkonfirmasi apakah Sunny adalah orang yang sama dengan yang War maksud.
KAMU SEDANG MEMBACA
IT'S YOU
RomanceIt's a story about a boy, a little sister, and another boy who were destined to meet each other 🤍 ✅Complete!
