Tandai typo!
***
Waktu istirahat kedua kembali tiba, Sandra bersama kedua teman barunya si kucing dan si tikus sedang duduk mengademkan pikiran di bawah pohon mangga di halaman depan. Duduk sambil mengemil cemilan milik Zahra.
Tiba-tiba tubuh Sandra ditarik sehingga mau tak mau ia berdiri dan hampir oleng. Hendak marah tapi ia urungkan dan menatap malas pada mantan setannya.
"Apa?" Tanya Sandra.
"Jelasin! Kenapa lo bully Naya?!" Fandi membentak Sandra.
"Maksud? Ulangi kata-kata lo!" Suruh Sandra.
"Kenapa lo bully Naya?!"
"Ulangi!"
"Kenapa lo bully Naya?!"
"Ulangi terus dong, telinga gue budeg," suruh Sandra memainkan rambutnya.
Di belakang Sandra terlihat Zahra dan Kayra menahan tawa sampai wajah mereka memerah.
Fandi menatap Sandra dengan ganas. Ada apa dengan Sandra? Padahal baru beberapa hari lalu gadis ini merengek manja padanya sekedar mengajaknya pergi dating.
"Kak... aku ta-tau aku...," Kanaya sesunggukan dengan berlindung di tubuh Fandi.
"Kek orang gagu ya cewek lo," ejek Sandra membuat Fandi naik pitam dan akan menampar pipi Sandra. Hal itu dicegat oleh Kanaya tentu saja.
"Jangan ka-kasar... kak," pintanya.
Fandi berbalik dan memegang kedua bahu Kanaya menatap dalam mata cokelat itu.
"Kalo aku gak kasih dia pelajaran bisa-bisa dia ngelunjak, Nay. Mau ditaruh di mana muka aku kalau gak bisa lindungin kamu," sangat lembut seperti pantat babi ucapan Fandi.
"Ya ditaruh di depan kepala lah mau di mana? Telapak kaki," tukas Sandra jengah. "Woy Kanaya lo anak beasiswa kan pasti pinter ajarin napa cowok lo tentang anatomi tubuh manusia sekalian fungsinya."
Sudah cukup, Zahra dan Kayra tergelak sampai memukul-mukul bangku yang mereka duduki. Teman macam begini sebaiknya jangan dekat-dekat kalo bicara bisa-bisa kalian jadi korban.
"Ka-kak Sandra kok ngomong gitu?" Kanaya mengeluarkan air mata keledainya.
"Serah guelah, makanya kalo pacaran ya ajarin kek cowoknya biar pinter kayak gue," Sandra tak asal menyombongkan dirinya.
Memang benar ia pintar karena selalu mendapat peringkat paralel tiap tahun.
Fandi yang tak bisa menahan emosi hendak kembali melakukan aksi kekerasa terhadap Sandra namun, Kayra sudah menahan tangannya.
"Jangan berani lo sentuh Sandra," ancam Kayra. Sisi pembullynya muncul.
Zahra berdiri di samping Kayra menghunuskan tatapan membunuhnya. Siapa bilang protagonis tak bisa ganas? Dalam selang waktu satu detik ia menendang tulang kering Fandi sampai cowok itu mengadu kesakitan.
"Ngapain lo masih di sini? Sana pergi!" Usir Zahra pada Kanaya.
Kanaya membantu Fandi dan langsung pergi sebelum ia menjadi mangsa selanjutnya.
'AAAKHH!! Keren banget, protagonis sama antagonisnya bersatu,' lain halnya dengan kedua temannya, Sandra sedang asik fangirling di belakang mereka.
"Menggemaskan," gumam seseorang lalu pergi sebelum ia dicurigai.
***
"Assalamualaikum Sandra sama Rey pulang!" Teriakan membahana itu berasal dari mulut Sandra.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cassandra!
Teen Fiction"Lo berdua kenapa sih?" "Kita mau deket sama lo?!" "Seharusnya kalian deketin kak Razka bukan gue!" *** "Sayang!" "Sape lo?" "Calon suamimu di masa depan!" "Satu kata buat lo, ANJIRRR!" *** Gadis yatim piatu yang meninggal karena jatuh dari tingkat...
