love at the first sight

1K 84 26
                                        

Singto berjalan masuk ke dalam kantor polisi dan berbicara sedikit di sana.

"Jadi maksud kedatangan saya ke sini ingin memperpanjang SIM (surat ijin mengemudi) saya, pak" ucap singto sopan.

"Jangan panggil pak, aku akan terlihat sangat tua jika di panggil pak, kamu bisa memanggil ku krist atau phi jika kamu ingin" ucap seorang polisi yang bernama krist itu.

"Aahh... Ya, phi krist" ucap singto sambil tersenyum manis.

"Baiklah, sing. Ayo ikut aku untuk mengurus semua persyaratannya" ucap krist.

Krist membawa singto ke suatu tempat, setelah beberapa menit berlalu akhirnya singto selesai mengurus persyaratan untuk dirinya memperpanjang SIM miliknya.

"Hmm, apa aku boleh meminta nomor ponsel mu? M-maksud ku, jika SIM mu sudah selesai di urus, aku bisa menghubungi mu nanti" ucap krist.

Tanpa rasa curiga sedikitpun singto langsung memberikan nomor ponselnya.

"Terima kasih" ucap krist sambil tersenyum.

"Jika boleh tahu, kapan SIM ku akan selesai?" Tanya singto.

"Paling lambat 2 minggu, tapi akan ku usahakan akan selesai dalam waktu dekat ini" ucap krist.

"Terima kasih, phi" ucap singto kemudian ia langsung pamit pulang.


*****
Satu minggu berlalu, SIM singto sudah selesai dan itu sudah berada di tangan krist. Ia terus memainkan kartu kecil tersebut di tangannya sembari berpikir keras.

"Apa yang kau pikirkan?" Ucap seorang pria memakai seragam polisi sama seperti krist.

"SIM pria itu sudah selesai, bagaimana caranya agar aku bisa melakukan pendekatan dengannya?" Tanya krist.

"Berkunjung kerumahnya" ucap teman krist.

"Kami tak terlalu dekat dan tak saling mengenal, atas dasar apa aku berkunjung ke rumahnya?" Tanya krist.

"Bodoh! Katakan jika nomornya tak bisa kamu hubungi dan kamu terpaksa mengantarkan SIM itu padanya"

"Lalu?" Ucap krist.

"Katakan jika kamu lelah dan haus, lalu minta minuman padanya, jika dia bertanya kamu ingin minuman apa? katakan saja kopi panas, jangan hangat, setidaknya kopi panas akan sedikit lama menjadi dingin dan kamu bisa memanfaatkan waktu itu untuk berbicara dengannya" saran teman krist.

Krist tersenyum senang mendengarnya kemudian beranjak dari duduknya tanpa mengucapkan terima kasih lebih dulu dia langsung pergi dari sana.

***
Malam telah tiba, singto baru saja pulang berkerja dan baru selesai mandi, terdengar suara bel berbunyi membuatnya mengurungkan niatnya untuk merebahkan tubuhnya, singto keluar dari kamarnya dan berjalan menuju depan.

Saat dia membuka pintu, singto terkejut melihat seorang pria yang sangat di kenalinya.

"Phi krist?"

"H-hai... A-aku ingin mengantarkan SIM mu" ucap krist.

 A-aku ingin mengantarkan SIM mu" ucap krist

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Oneshot KSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang