Jantung Krist berdetak kencang kala menunggu gilirannya tiba, ia terus menatap ke arah seorang pria manis yang sibuk menandatangani poster dari para penggemarnya. Tangan Krist bahkan menjadi dingin sekarang, dia benar-benar grogi memikirkan apa yang akan di bicarakannya nanti pada aktor kesayangannya itu.
Kini giliran Krist, Krist menyimpan poster yang di belinya tadi ke atas meja kemudian sang aktor mulai menandatangani poster tersebut.
"K-kamu cantik." Ucap Krist yang akhirnya mengeluarkan suaranya.
Sang aktor tersenyum malu mendengarnya membuat senyum cerah terukir di wajah Krist saat melihat reaksi tersebut.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"J-jangan tersenyum seperti itu, itu tak baik untuk kesehatan jantung ku." Ucap Krist.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Terimakasih." Ucap Singto sembari menatap Krist.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tatapan polos dan senyuman yang begitu manis mampu menggetarkan hati Krist.
Tolong, apa Krist boleh memilikinya? Krist tahu jodoh itu di tangan Tuhan, tapi bolehkah Krist meminta agar Singto menjadi jodohnya saja?
"Silakan pergi." Ucap seorang pria bertubuh tegap yang berdiri di samping Singto sehingga menyadarkan Krist dari lamunannya, ia mengambil poster yang sudah Singto tanda tangani dan pamit pergi.
Krist menatap sekali lagi ke arah Singto yang sibuk berbicara dengan penggemarnya, rasanya Krist ingin menemui Singto lagi tapi waktunya sudah berakhir.