28

8.7K 359 34
                                        

[Vote sebelum baca!]

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

SELAMAT MENIKMATI!

^^

Akhir pekan adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh semua umat. Hari yang terasa bebas tanpa beban itu sering kali dipakai untuk mengistirahatkan tubuh hingga siang hari atau berkumpul bersama teman sehingga melupakan waktu untuk sesaat, membuat beban-beban yang selama ini dipikul tiba-tiba hilang, digantikan oleh tawa yang mengudara.

Riana ingin mengisi akhir pekannya bersama teman-temannya di asrama. Ia menggendong kucingnya, membawanya ke asrama untuk diperkenalkan kepada teman-temannya. Tangannya segera membuka pintu ketika telah sampai di sana, memperlihatkan Nadia, Tika, dan Siska saja di dalam kamar.

Tika yang semulanya sedang mengerjakan pekerjaan rumah itu segera mendekati Riana di saat melihat seekor kucing yang tampak anteng sekali di pelukan Riana. "Ini kucing siapa, Na? Kok, lucu banget?" Tangannya terulur untuk mengusap kepala kucing tersebut.

"Kucing gue, namanya Meri." Riana mendudukkan dirinya di lantai, melepaskan Meri agar kucing itu bergerak bebas ke mana saja.

Meri berjalan ke arah Siska yang disambut dengan gendongan oleh perempuan itu. "Lucu banget! Ini kamu dapet dari mana, Na?" Ia menatap Riana curiga. "Kamu ... nggak nyolong punya orang, kan?"

Riana mendelik. "Nggak, lah! Itu gue beli di petshop kemarin."

"Berapaan?" tanya Tika.

"Satu juta tujuh ratus."

"Seharga HP androidku dulu," celetuk Siska.

"Yang baterainya ngembung itu, ya?" sahut Nadia.

Siska tertawa. "Iya."

"ASSALAMUALAIKUM." Via membuka pintu kamar sembari mengucapkan salam dengan suara cemprengnya yang terdengar hingga kamar sebelah.

"Wa'alaikumussalam."

"Lo ngomongnya bisa pelan-pelan gak, sih?! Gue sampe kaget ada orang tiba-tiba teriak sambil buka pintu," hardik Riana.

"Biasalah," celetuk Dewi yang datang bersama Via.

Via nyengir. "Aku lagi bahagia, Na!" Ia memosisikan dirinya duduk berhadapan dengan Riana.

"Bahagia karena apa?" tanya Riana penasaran.

"Karena— AAAAAAA." Via berlari naik ke atas kasur ketika Meri tiba-tiba mendusel di kakinya. Padahal sebelumnya ia tidak melihat keberadaan hewan berbulu tersebut.

Riana refleks memegang dadanya. "Sialan," umpatnya ketika Via tiba-tiba berteriak persis di hadapannya.

"KENAPA ADA KUCING DI SINI?!" Via menatap Meri takut, sedangkan Meri sendiri sudah loncat ke pangkuan Riana sebab ikut terkejut oleh teriakan Via.

Riana menatap Nadia bingung. "Dia takut kucing?"

Nadia mengangguk sebagai jawaban.

Riana tersenyum jail. Ia berdiri dengan cepat sembari membawa Meri, kemudian memberikannya kepada Via yang langsung berlari sembari berteriak, "AAAA RIANA JAUHIIINN!!"

Riana tertawa dan terus mengejar Via sampai ke luar kamar.

"RIANAA!!!"

Riana mengejar Via yang berlari ke sana-kemari. Sangking ketakutannya dikejar Riana bak setan, Via sampai memasuki kamar asrama orang lain, sebelum kembali keluar setelah meminta maaf sebab mengganggu tidur santri lain.

Halo Gus!!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang